Etika Ketika Berkunjung ke Jepang

 Pada artikel artikel sebelumnya kita sudah sudah pernah membahasa tentang layanan murah untuk pergi ke Jepang. Nah bagi minna yang sudah siap dengan perlengkapan kalian ada baiknya mempelajari beberapa hal yang harus diwaspadai ketika berwisata ke Jepang. Intinya ~~ Don’t try this in Japan! ~~

 Dasar awal ketika kita bertemu dengan orang Jepang tentu diawali dengan Aisatsu, atau “Mengucapkan salam” dalam bahasa Indonesianya. Untuk minna yang memiliki peran sebagai orang asing di Jepang, ada baiknya untuk memulai salam dengan kata Konnichiwa yang sangat mudah digunakan dan bisa dipakai dalam segala kesempatan. Satu hal yang pasti, minna tidak disarankan untuk berjabat tangan dengan mereka, karena umumnya bagi orang Jepang mereka tidak akan menyentuh orang yang belum dikenal. Sebagai gantinya minna bisa membungkukan badan minna sebagai bentuk Aisatsu yang baik terhadap mereka. Dalam hubungan bisnis dan formal bisa jadi bungkukan badan yang dilakukan akan lebih dalam dan dilakukan berkali kali.

 Hal yang pasti, Jangan lupa untuk menambahkan kata –san ketika kita memanggil nama mereka. Ini merupakan bentuk kesopanan yang harus kita lakukan ketika pertama kali bertemu orang dalam budaya Jepang. Selain itu kata Anata dan Omae yang artinya “kamu” juga tidak sebaiknya digunakan ketika kalian sedang berbicara dengan orang Jepang. Jika ingin menyebut mereka, panggil saja nama mereka ditambahi dengan akhiran –san.

Dalam etika makan, jangan lupa untuk mengucapkan Itadakimasu sebelum makan dan Gochisosama deshita sesudah makan sebagai ucapan yang wajib dikatakan ketika makan apalagi ketika kita mendapat jamuan makan dari orang lain. Orang Jepang mengucapkan kata ini sebagai wujud terima kasih kepada semua mata rantai proses sampai makanan itu terhidang di depan kita. Dalam makan, jangan pernah menambahkan kecap pada nasi putih karena kalian akan dianggap tidak sopan dan jangan sesekali menaruh sumpit di nasi dengan posisi tertancap dan memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit dengan orang lain . Kedua hal ini tidak dilakukan karena umumnya hal hal ini hanya dilakukan ketika pemakaman. Sekedar info tambahan, jangan juga menjilati sumpit kalian meskipun boku tahu betapa enaknya makanan yang kalian makan.

Pada penggunaan kereta api, minna jangan lupa untuk memastikan kalau handphone kalian sudah masuk mode silent dan jangan sesekali menelepon di kereta api. Di kereta api Jepang terdapat priority seat, yaitu tempat duduk khusus untuk orang tua, penyandang cacat, ibu hamil, ibu yang membawa anak anak dan lain lain. Ada baiknya untuk tidak duduk di priority seat seberapa sesak pun kereta yang kalian tumpangi. Mematikan dering handphone bertujuan agar orang tua yang duduk di priority seat tidak kambuh sakit jantungnya ketika mendengar dering handphone kalian yang berbunyi secara tiba tiba.

Dalam masalah kebersihan, sudah merupakan kewajiban untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun membuang sampah di Jepang akan sedikit sulit untuk dilakukan dikarenakan tempat sampah di Jepang dibedakan berdasarkan jenis sampahnya mulai dari organik, non organik bahkan sampai sampah khusus botol, kemasan karton susu, sampah dapur, plastik, kertas dan kaleng. Merupakan hal yang wajib bagi kalian yang berkunjung ke Jepang untuk membuang sampah sesuai dengan jenis tempat sampah yang ada.

Pada musim hujan jangan pernah lupa untuk membawa payung ke mana pun kalian pergi. Orang orang Jepang memiliki etika untuk membawa payung ke mana pun mereka pergi pada musim hujan. Orang Jepang tidak suka berdekatan dengan orang yang kehujanan dan juga Orang Jepang tidak mau sakit karena hujan, karena bagi mereka hal tersebut akan merepotkan orang lain. Bila kalian jalan di jalanan tanpa membawa payung, kalian akan dianggap tidak bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Jangan berdiri terlalu lama di depan mesin tiket kereta otomatis maupun mesin ATM, karena kalian akan dianggap bodoh oleh orang orang yang mengantri di belakang kalian. Selain itu juga ada baiknya untuk memastikan tujuan kalian terlebih dahulu sebelum mengantri di mesin tiket.

Satu hal pasti yang mengakar pada kebudayaan orang Jepang dan harus dipatuhi adalah “Budaya Tepat Waktu”. Jangan sesekali terlambat bila kalian ingin mendapatkan penilaian yang positif dari orang Jepang. Budaya menunggu orang yang terlambat merupakan hal yang paling dibenci oleh orang Jepang dikarenakan mereka sangat menghargai waktu yang ada.

Sebenarnya masih banyak etika etika lainnya yang perlu dibahas, namun setidaknya dengan membaca artikel ini minna bisa mengerti hal hal yang tidak boleh dilakukan dan harus dilakukan di Jepang. Yosh ~~ sekian untuk pertemuan hari ini ~~ Matta nee!!!

Sumber : http://j-cul.com/jangan-pernah-lakukan-hal-ini-di-jepang-part-1/
Sumber : http://j-cul.com/jangan-pernah-lakukan-hal-ini-di-jepang-part-2/
Sumber : http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/budaya/jepang/artikel/utama/etika.html
Sumber : http://www.tjf.or.jp/eng/content/japaneseculture/images/gohan.jpg
Sumber:http://www.comtranslations.com/translation-blog/wp-content/uploads/2012/07/Japanese-business.jpg
Sumber : http://farm7.staticflickr.com/6176/6161008907_2fdb0aaac5_z.jpg