Bake-Kujira, Sang Arwah Paus

Konbanwa Minna, kali ini Nippon Club akan membahas mengenai salah satu yokai yang berasal dari Jepang, yaitu Bake-Kujira. Sesuai namanya, bake berarti hantu dan kujira berarti paus. Bake-Kujira merupakan yokai yang bentuknya menyerupai kumpulan tulang-tulang paus dan berenang di sekitar lautan Jepang.

Pada zaman dahulu kala, saat populasi paus masih sangat banyak di lautan Jepang, paus dianggap sebagai berkah bagi desa para nelayan. Sebuah desa dapat meraup keuntungan yang besar dari daging dan minyak yang terdapat pada seekor paus. Namun menurut legendanya, roh dari paus yang diburu oleh para nelayan tersebut akan tetap hidup dan akan menjelma menjadi Bake-Kujira.

Bake-Kujira pertama kali ditemukan di prefektur Shimane, Jepang. Pada suatu malam, beberapa nelayan yang tinggal di daerah tersebut sedang pergi ke laut untuk memburu seekor paus. Kemudian mereka melihat makhluk besar berwarna putih di tengah lautan yang mereka sangka seekor paus. Gembira karena telah menemukan seekor paus, para nelayan kemudian memanggil para penduduk untuk mengambil tombak dan membantu mereka menangkap paus tersebut.

Setelah para nelayan sampai di dekat paus tersebut, mereka langsung melemparkan tombak-tombak mereka, namun tidak peduli berapa banyak tombak yang mereka lempar, tidak ada satu pun tombak yang mengenai paus tersebut. Lalu setelah mereka mencoba mendekat, akhirnya mereka menyadari bahwa paus putih tersebut ternyata hanyalah sekumpulan tulang paus yang berenang di lautan.

Pada saat itu juga, tiba-tiba lautan dipenuhi oleh ikan-ikan aneh yang tidak pernah dilihat sebelumnya, disusul oleh langit yang dipenuhi oleh burung-burung yang tak dikenal siapa pun di kapal itu. Hantu paus tersebut kemudian membalik arah dan pergi menghilang ke dalam lautan membawa semua ikan dan burung aneh tersebut, dan akhirnya tidak pernah terlihat lagi.

Para penduduk dan nelayan yang ketakutan akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing, menyadari bahwa tulang paus tersebut merupakan hantu dari paus yang telah diburu, dan datang menemui mereka kembali untuk balas dendam. Sementara hantu paus tersebut tidak pernah terlihat lagi, beberapa penduduk di prefektur Shimane merasakan kutukan dari Bake-Kujira teresebut, seperti menyebarnya wabah penyakit di seluruh desa, kebakaran, dan malapetaka di dekat daerah Bake-Kujira itu terlihat.

Source : Yokai.com