Pameran Foto Arsitektur “Built Environment: An Alternative Guide to Japan”
J-Event - Tuesday, May 22, 2018 | 3:59 pm

Sejak didirikan di Jepang pada tahun 1972, The Japan Foundation berkomitmen mendukung pertukaran budaya internasional. The Japan Foundation memiliki tiga bidang utama, yaitu pertukaran seni dan budaya, pendidikan bahasa Jepang di luar negeri, serta studi Jepang dan pertukaran intelektual.

Sebagai bagian dari kegiatan pertukaran seni dan budaya, The Japan Foundation rutin menggelar pameran keliling dari satu negara ke negara lainnya. Pameran keliling kali ini berjudul “Built Environment: An Alternative Guide to Japan”, terdiri dari foto, teks, dan video yang memperkenalkan sebanyak 80 bangunan, pekerjaan teknik sipil, dan lanskap. Dalam lingkup temporal, pameran ini menjangkau era modern di akhir abad ke-19 sampai saat ini, termasuk memperlihatkan setidaknya satu persembahan dari ke-47 prefektur di Jepang.

Jepang adalah negara kepulauan yang membentang dari utara ke selatan. Banyak wilayah memiliki pergantian musim yang lengkap, dan negara ini memiliki kondisi geografi yang sangat beragam. Namun, Jepang sering diterjang bencana, seperti gempa, letusan gunung berapi, tsunami, dan topan. Oleh karena itu, berbagai bangunan, pekerjaan teknik sipil, dan lanskap di Jepang sangat merefleksikan kondisi-kondisi tersebut.

Dengan kata lain, desain elegan dan teknologi canggih bukan semata-mata yang membuat struktur bangunan di Jepang menarik. Pameran ini menilai struktur bangunan tersebut sebagai produk dialog antara latar belakang sejarah dan konteks spasial. Seorang ahli sejarah arsitektur, seorang pakar desain-lanskap, dan seorang kurator seni mempertimbangkan dari berbagai sudut dialog yang terjadi antara masa di mana Jepang memasuki zaman modern dan masa kini setelah terjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan gelembung ekonomi. Mereka menciptakan pameran ini untuk menyajikan pemahaman yang lebih dalam mengenai sejarah, lingkungan, dan budaya Jepang kepada para pengunjung pameran. Pameran ini diharapkan menjadi sebuah panduan alternatif yang mencakup aspek-aspek mengenai Jepang yang jarang diperkenalkan sebelumnya.

Dalam pameran keliling kali ini, Indonesia menjadi negara tujuan pertama yang dikunjungi. Penyelenggaraan pameran ini menjadi bagian dari acara Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang di tahun 2018. Melalui pameran ini The Japan Foundation berharap masyarakat Indonesia berkesempatan untuk mengenal Jepang lebih dekat sehingga tercipta hubungan yang lebih erat.

Pameran Keliling The Japan Foundation
Built Environment: An Alternative Guide to Japan

Diselenggarakan oleh The Japan Foundation

Kurator:
Shunsuke Kurakata (Associate professor, Osaka City University)
Satoshi Hachima (Professor, Chiba Intitute of Technology)
Kenjiro Hosaka (Curator, The National Museum of Modern Art, Tokyo)

Desain Pameran: Hiroshi Kikuchi Architects

Grafis Pameran:
Art Direction oleh Masahiro Kakinokihara (10inc.)
Didesain oleh Tomomi Nishikawa (10inc.)

Video:
Disutradarai oleh Masahito Okubo, Atsushi Okubo
Musik oleh Megurinao

Desainer Bangunan:
Isamu Noguchi | Minoru Tsuchiya | Sanokichi Yamamoto |Kunio Maekawa | Morioka City | Toyo Ito | Shigeru Ban | Hiroshi Oe | Kanekichi Takahashi | Yoshiji Takehara / Moo Architect Workshop | Arata Isozaki |Antonin Raymond | Kisho Kurokawa | Takamasa Yoshizaka + Atelier U | Yorinaka Tsumaki | Kengo Kuma | Masachika Murata | Kazuyo Sejima + Ryue Nishizawa/SANAA | George Arnold Escher, Johannis de Rijke | Itsuko Hasegawa | Seijyu Tateishi | Yoshiro Taniguchi | Kingo Hirabayashi | Yoshitoki Nishimura, Jin Watanabe | Sutemi Horiguchi | Togo Murano | Terunobu Fujimori | Sakuro Tanabe | Chuta Ito | Sachio Otani | Tadao Ando | Thomas Waters | Setsu Watanabe | Frank Lloyd Wright | Matsutarou Yoshimura | Kiyonori Kikutake | Hiroshi Naito | Osamu Shinohara, Hiroshi Naito, Kazutaka Okada | Koji Kawashima | Masato Otaka | Yoshio Taniguchi | Tomoya Masuda | Tadashi Yamamoto | Kazuhiro Ishii | Kenzo Tange | Hisanori Numata | Iwao Yoshida | Yasufumi Kijima | Yasuo Ono | Fumihiko Maki | Yukihiro Shimatami, Yuji Hoshino | Kiyoshi Ikebe, Institute of Industrial Science, the University of Tokyo | Atelier ZO

Lanskap:
Hokkaido | Iwate Pref. | Akita Pref. |Tochigi Pref. | Gunma Pref. | Saitama Pref. | Ibaraki Pref. | Chiba Pref. | Tokyo | Kanagawa Pref. | Niigata Pref. | Toyama Pref. | Nagano Pref. | Gifu Pref. | Shizuoka Pref. | Osaka Pref. | Wakayama Pref. | Hyogo Pref. | Tokushima Pref. | Okayama Pref. | Kagawa Pref. | Hiroshima Pref. | Ehime Pref. | Kochi Pref. | Saga Pref. | Nagasaki Pref. | Fukuoka Pref. | Kumamoto Pref.

Pembukaan pameran : Jumat, 25 Mei 2018 (dengan permainan solo gitar klasik oleh Roby Handoyo)
Waktu : Pukul 18:00 WIB
Venue : Lobi Gedung Perkantoran Sentral Senayan I, Jl. Asia Afrika no.8, Jakarta

Jadwal Pameran
26 Mei – 9 Juni 2018
Senin – Jumat, Pukul 10:00 – 20:00 | Sabtu, Pukul 10:00 – 14:00 | Hari Minggu dan Libur Nasional Tutup
Lobi Gedung Perkantoran Sentral Senayan I, Jl. Asia Afrika no.8, Jakarta
Pameran terbuka untuk umum dan gratis

 

Artikel ini merupakan siaran pers dari The Japan Foundation, Jakarta


Share this:

CHECK THIS OUT!!
J-Event - Tuesday, October 16, 2018 | 7:32 pm
J-Event - Tuesday, October 9, 2018 | 10:53 pm
J-Event - Thursday, October 4, 2018 | 12:34 pm
J-Event - Wednesday, September 19, 2018 | 8:15 am
Top