JEJAK PETUALANG GOES TO SETOUCHI, JAPAN
J-News - Friday, November 9, 2018 | 9:26 pm

Belajar Harmonisasi Budaya dan Modernitas

Apa yang kita pikirkan ketika kita mendengar kata ‘Jepang’? Hal pertama yang terpikirkan oleh kita adalah Jepang merupakan negara yang sangat maju dengan perkembangan teknologinya yang super modern, Tokyo yang merupakan salah satu kota tersibuk di dunia, anime, atau Sakura – lebih dari itu semua, Jepang adalah negara yang di dalamnya menyimpan keindahan alam lengkap dengan kebudayaan dan tradisi yang masih terjaga baik dan bisa secara harmonis tetap hidup secara berdampingan dengan kemodernan negara ini.

Salah satunya adalah Setouchi, yang merupakan rumah dari berkumpulnya tempat wisata yang terkenal di Jepang, seperti Jembatan Kintai (Kintai-Kyo), Kuil Itsukushima (Itsukushima Jinja), Miyajima, dan banyak tempat suci dan wisata lainnya. Sedangkan, kebudayaan modern Setouchi dibuktikan dengan terbentuknya STU48 (Setouchi48) – yang merupakan sister group dari sebuah idol group kenamaan di Jepang, yakni AKB48 (Akihabara48).

Bertepatan dengan momen Peringatan 60 Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang, Bapak Reino Barack selaku Ketua Seni dan Budaya Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), mendorong kedua belah pihak untuk saling mendukung, selain untuk mempererat hubungan persahabatan juga bertujuan untuk memajukan bidang pariwisata yang mempunyai dampak positif pada kemajuan ekonomi.

RBS (Rizki Bukit Sinema, yang diwakili oleh Bapak Reino Barack) bersama dengan AXON (sebuah perusahaan yang merupakan company group dari Nippon TV) dan DNA Production (diwakili oleh Ibu Rina Novita) bekerja sama dengan TRANS7 (diwakili oleh Ibu Mira Khairunnisa Salim) untuk memproduksi program JEJAK PETUALANG GOES TO SETOUCHI, JAPAN. Adapun program ini akan diproduksi untuk empat episode dengan masing-masing durasi enam puluh menit, dan akan ditayangkan pada tanggal 11-25 November 2018 s.d. 2 Desember 2018.

Tempat-tempat yang menjadi lokasi shooting pada program ini antara lain, Dogo Onsen, Ishizuchi Mountain, Imabari, Shimonoseki, Haedomari Market, Ryuzo Temple, Itsukuchima Island, Uwajima, dan Onomichi. Selama proses shooting, banyak hal baru yang ditemukan oleh tim Jejak Petualang, seperti yang dikutip dari Faradina Mufti, Co-host program Jejak Petualang, “Dan yang nggak boleh dilewatin adalah nyoba local food di sana, as a Japanese food lover, udah pasti harus ke sushi marketnya. Well, there’s still a lot of places we’ve visited, and all of it were so memorable.” Hal serupa disampaikan oleh Hana Malasan, Host program Jejak Petualang, “It was a very exhausting yet fun trip ever!

Pada episode Jejak Petualang Goes to Setouchi ini para host diajak untuk melakukan olahraga ekstrim seperti climbing, cycling sepanjang 70 KM, rafting, SUP yoga, dan paragliding. Jika kebanyakan dari kita melihat Jepang hanya sebatas ramainya Tokyo, maka pada program Jejak Petualang kali ini kami mengenalkan bagaimana cara menikmati Jepang dengan cara yang baru. Seperti dengan cara mengikuti Cycling Shimanami 2018 dengan rute sepanjang 70 KM (titik awal rute ini adalah Onomichi dan berakhir di Imabari) yang melewati enam pulau kecil di Seto Inland Sea (Setouchi) yakni, Mukaishima, Innoshima, Ikuchijima, Omishima, Hakatajima, dan Oshima. Rute ini dibuka pertama kali pada tahun 1999, dan jembatan yang digunakan sebagai jalur bersepeda ini dibangun dengan gaya modern dan atraktif. Sepanjang rute para pesepeda dapat menikmati pemandangan indah di Setouchi dan keenam pulau kecil yang dilewati.

Selain tempat wisata yang menawarkan keindahan alam yang sarat dengan kearifan budaya, Jepang khususnya Setouchi mengenalkan kepada kita bagaimana mereka menjaga kekayaan laut mereka, maka tak heran jika hasil budidaya laut di sana mempunyai kualitas yang tinggi. Antara Pemerintahan Indonesia dan Jepang beberapa waktu lalu telah melakukan exchange note tentang Pusat Kelautan dan Perikanan dan Pasar Ikan Terintergritas, atau Pemerintahan Jepang melalui Japan International Cooperation Agency berencana menghibahkan pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu. Selain kesamaan kondisi geografis antara kedua negara ini, baik Indonesia dan Jepang selama 60 tahun dalam hubungan bilateralnya saling mengenalkan dan belajar untuk mencapai perekonomian yang lebih baik di berbagai sektor.

For more information:
Tri Astuti Utomo: +62 85850153248 | iyas.imnida@gmail.com


Share this:

CHECK THIS OUT!!
J-News - Thursday, December 13, 2018 | 10:58 am
J-News - Wednesday, December 12, 2018 | 1:35 pm
J-News - Saturday, December 8, 2018 | 4:00 pm
J-News - Saturday, December 1, 2018 | 2:23 pm
Top