Film adalah media yang memungkinkan kita untuk memahami perbedaan budaya. Melalui kekuatan bercerita dan teknik visual, film memiliki kemampuan untuk menggambarkan kehidupan nyata dari orang-orang yang tinggal di belahan dunia yang berbeda. Secara efektif, film dapat menjangkau penonton yang besar, dan memiliki kekuatan untuk membawa orang-orang dari latar belakang beragam untuk memperdalam saling pengertian.

Berdasarkan pandangan tersebut, Japan Foundation meluncurkan “The JFF: Asia – Pacific Gateway Initiative” (JFF APAC) pada tahun 2016. Kami ingin memperkenalkan budaya Jepang secara utuh kepada masyarakat Indonesia melalui film-film Jepang yang masih tergolong sulit dinikmati secara resmi di Indonesia, dan menjadikan JFF sebagai wadah bagi penikmat film untuk memperoleh dan berbagi informasi mengenai film-film Jepang.  Hingga tahun 2017, JFF APAC melangsungkan festival film di 13 negara (10 negara ASEAN, Australia, India, dan Tiongkok), dengan dihadiri oleh 140,000 penonton. Mulai tahun ini, Rusia turut bergabung dalam JFF APAC.

Selain film festival, kami juga membuat majalah online “JFF Web Magazine” yang berfungsi sebagai wadah informasi film dan budaya Jepang bagi para penggemarnya. Dengan adanya kedua hal tersebut diharapkan dapat memajukan rasa saling pengertian antara Jepang dan negara lain.

Menyambut Japanese Film Festival 2018 di Indonesia

Tahun 2018, Japanese Film Festival (JFF) di Indonesia menginjak tahun yang ke-3. JFF Indonesia membawa 14 film terbaru dari beragam genre untuk diperkenalkan kepada masyarakat di Indonesia khususnya di empat kota yaitu Makassar, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. JFF akan diselenggarakan di Bandung untuk pertama kalinya dan sekaligus menjadi penutup rangkaian JFF di Indonesia.

Dalam JFF 2018, seri film terbaru dari “Chihayafuru” (Nori Koizumi) akan hadir membawakan part ketiganya. Dua part sebelumnya sudah dihadirkan pada JFF 2016. Mewakili genre drama romantika akan hadir film-film seperti “Color Me True” (Hideki Takeuchi), “The 8 Year Engagement” (Takahisa Zeze), “Perfect World” (Kenji Shibayama) dan “Mixed Doubles” (Junichi Ishikawa) yang akan menjadi daya tarik bagi para remaja yang gandrung akan artis idola Jepang. Disusul film animasi dari para sutradara animasi kenamaan Jepang berjudul “Lu over the Wall” (Masaaki Yuasa) dan “Mary and the Witch’s Flower” (Hiromasa Yonebayashi). “The Crimes That Bind” (Katsuo Fukuzawa) mewakili film bergenre thriller dari JFF di tahun ini. Film “Laughing under the Clouds” (Katsuyuki Motohiro) dan film “Yakiniku Dragon” (Wui Sin Chong) membawa cerita mitologi dan sejarah yang menggambarkan Jepang di zaman yang berbeda.

JFF juga membawa film peraih banyak penghargaan internasional yaitu “Shoplifters” karya Hirokazu Kore-eda yang mendapatkan penghargaan  Palme d’Or di Cannes Film Festival 2018, serta film “One Cut of the Dead” (Shinichirou Ueda) yang merupakan film horror komedi  yang menduduki box office di Jepang selama 4 pekan, dan wara-wiri di berbagai festival film internasional. Film “The Man from the Sea”, film terbaru dari sutradara peraih Un Certain Regard Jury Prize di Cannes Film Festival 2017, Koji Fukada, akan menjadi salah satu penanda terbaik di tahun 2018 yang bertepatan dengan Peringatan 60 Tahun Hubungan Indonesia – Jepang. Film ini merupakan kerja sama Indonesia, Jepang, Perancis yang menampilkan Adipati Dolken dan Sekar Sari serta mengambil lokasi syuting di Aceh.

The Japan Foundation bekerja sama dengan Tokyo International Film Festival memproduksi seri kedua film omnibus “Asian Three Fold Mirror” dengan tema Journey di tahun ini. Film ini menyatukan tiga karya dari tiga sutradara yang berasal dari Jepang (Daishi Matsunaga), Tiongkok (Degena Yun), dan Indonesia (Edwin). Tiga aktor Indonesia yaitu Nicholas Saputra, Agni Pratistha, dan Oka Antara ikut mempertunjukkan aktingnya dalam film ini.

Berikut jadwal Japanese Film Festival di Indonesia:

MAKASSAR: 23-25 November 2018

CGV Daya Grand Square lantai 4
Harga tiket: Rp 10,000 per penayangan film
Film pembuka: One Cut of the Dead (13+)

YOGYAKARTA: 27 November – 4 December 2018

Bekerja sama dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival
Jogja National Museum, Empire XXI, Cinemaxx
Harga tiket: Gratis dan Rp 20,000
Film pembuka: The Man from the Sea (13+)
Info: https://jaff-filmfest.org

JAKARTA: 7-16 Desember 2018

Bekerja sama dengan Pekan Sinema Jepang
CGV Grand Indonesia
Harga tiket: Rp 20,000 (Senin-Jumat), Rp 25,000 (Sabtu-Minggu)
Film pembuka: One Cut of the Dead (13+)
Info: http://jcinema2018.id

BANDUNG: 21-23 Desember 2018

CGV 23 Paskal Shopping Center Lantai 3
Harga tiket: Rp 15,000
Film pembuka: Chihayafuru Part 3 (13+)

Info pembelian tiket (Makassar, Jakarta, Bandung):
– Offline: Loket CGV di lokasi kegiatan

*Jadwal penjualan tiket akan diumumkan segera.
* Pembelian secara online & mobile apps akan dikenakan biaya admin

Seluruh informasi terkini mengenai Japanese Film Festival 2018 dapat diakses di:

Facebook Fan page    : Japanese Film Festival – Indonesia
Website                             : http://id.japanesefilmfest.org/
E-mail                                 : indonesiajff@gmail.com

Sekilas tentang The Japan Foundation

The Japan Foundation didirikan pada bulan Oktober tahun 1972 di Jepang sebagai satu-satunya lembaga nir-laba milik pemerintah Jepang yang khusus didedikasikan untuk menangani pertukaran budaya internasional. Dengan tujuan untuk memperdalam rasa saling pengertian di antara masyarakat Jepang dan negara-negara lainnya, The Japan Foundation berupaya untuk mewujudkan berbagai aktivitas serta menyediakan fasilitas dan informasi yang menciptakan kesempatan bagi para individu untuk dapat saling berinteraksi. Berpusat di Tokyo, The Japan Foundation memiliki 24 kantor cabang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Contact us:

The Japan Foundation, Jakarta
Gd. Summitmas I Lt.2-3.
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62, Jakarta
Tel. 021-5201266 Fax. 021-5251750
indonesiajff@gmail.com
IG/Twitter: jf_jakarta

Artikel ini dibuat berdasarkan siaran pers dari The Japan Foundation.