[Interview] Minggu Malam Bersama dengan Ryota, Gitaris Band Historia
J-Music - Friday, April 5, 2019 | 11:53 am

Hallo Minna!! Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Minggu, 3 Maret 2019 akhirnya tim Nippon Club berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan seorang gitaris dari band Historia, Kak Ryota Tsugami. Mau tahu seperti apa? Yuk kita simak bersama!!

Q : Kak, gimana sih awalnya bisa jadi pemain gitar? Apa dari kecil sudah mulai bermain gitar atau bermusik?
Ryota : Jadi bisa dibilang my life is a joke. Karena aku anaknya dari kecil hanya senang mendengar lagu. Bahkan bisa bermain gitar baru sekitar setengah tahun yang lalu. Sebelumnya saya bermain bass akibat ayah saya salah membeli gitar. Dulu saya ingin sekali bermain gitar, tapi ayah saya malah membeli bass. Alhasil tidak saya mainkan dalam waktu yang lama hingga waktu SMA saya baru mempelajarinya akibat diajak teman untuk nge-band.

Q : Wahh, unik juga sih ceritanya Kak. Trus penasaran juga deh awalnya bisa nge-band ala jejepangan ini kapan? Trus bedanya apa sih antara band ala jejepangan sama band umumnya?
Ryota : Sebenarnya awalnya saya mulai menyukai Jejepangan seperti cosplay dan lainnya. Waktu itu sempat saya mau datang ke suatu acara gathering. Karena waktu itu nyasar jadinya saya cari-cari orang yang mungkin juga ke sana. Rupanya hari itu saya lihat ada orang naik motor dan kelihatannya mau ke acara gathering. Akhirnya saya dibantu dan beberapa saat kemudian ditawari untuk gabung bareng dan bikin band. Tanpa dia, saya tidak akan bisa seperti sekarang, jadi terima kasih Heiji, teman saya yang paling berjasa dalam karir di band hingga sekarang.

Untuk nge band ala jejepangan itu lebih terkonsep dari pada band umumnya. Biasanya yang paling kelihatan itu bagian fashion-nya. Karena kalau band kayak kita biasanya harus ditentukan lagu / album ini temanya apa terus pakaiannya harus seragam seperti apa. Selama nanti kita manggung pakaiannya tidak boleh berubah banyak. Lebih baik lebih daripada kurang istilahnya. Kalau manggung band biasa, umumnya pakaiannya lebih santai dan tidak harus sama antara di album dan saat manggung.

Q : Kak katanya band ala jejepangan ini lebih terkonsep. Berarti kalau mau manggung gitu persiapannya susah gak? Apalagi kalau band­ seperti ini harus make up yang lumayan makan waktu.

Ryota : Sebenarnya persiapan sih tidak terlalu sulit ya. Biasanya kita akan latihan seminggu sekali. Jadi kalau dikabari kita bakal tampil 1 bulan lagi, kita bakal ngumpul seminggu sekali. Terus kita juga bakal gladi bersih langsung di panggungnya biar tidak kaget pas tampil. Untuk make up, sebenarnya karena udah terbiasa jadi enggak terlalu sulit. Tapi memang awal-awal kita make up masih berantakan banget. Lama-lama kita belajar jadi akhirnya sudah oke lah.

Q : Kak pernah gak sih pas tampil tiba-tiba ada yang fail atau ada gak pengalaman paling berkesan saat tampil?

Ryota : Pernah dulu pas tampil awal-awal pertama kali pentas gitu. Saya enggak tahu kalau band kami harus mainkan 4 lagu karena ada satu dan lain hal. Karena yang di-briefing­ itu hanya 3 lagu. Makanya pas udh saya kira masuk lagu 4 rupanya ada lagu tambahan di mana saya harusnya masuk pertama. Istilahnya itu krusial banget dan saya lupa kalau itu bagian saya. Terus dulu juga sebelum masuk band jejepangan, pernah saya udah capek-capek main tapi ternyata bass saya tidak dicolok sama sekali listriknya, alhasil tidak bunyi selama pentas.

Q : Oh iya kak, saat karir kakak ternyata adalah bermusik, orang tua bagaimana responnya, terus orang sekitar bagaimana? Karena biasanya ada kan beberapa orang yang menganggap remeh.

Ryota : Orang tua sih membebaskan anak-anaknya untuk ambil apa. Mereka tidak memaksakan anaknya untuk menjadi apa. Beberapa keluarga besar saja yang masih berpikir bahwa bermusik itu tidak menghasilkan keuntungan dan sebagainya.

Q : Trus kak, kan sempet ada transisi di band kakak. Itu apa ada efeknya ke tingkat penggemar? Trus bagaimana ceritanya bisa ketemu vokalis baru?

Ryota : Ohh itu dulu sempat yang namanya nge-band pasti ada aja perbedaan pendapat. Karena satu dan lain hal, akhirnya mau tak mau sang vocalist keluar. Lalu kita adakan seperti audisi untuk mencari vocalist. Akhirnya kita dapatkan Zinan sebagai anggota baru. Tapi karakter suaranya berbeda dari vocalist lama. Alhasil lagu-lagu lama yang dibawakan oleh Zinan menjadi kurang pas. Karenanya saya akhirnya membuat konsep yang berbeda. Dari yang awalnya lagu-lagu kami lebih yang cenderung screaming menjadi lebih ringan karena mengikuti karakter suara Zinan. Saat itu saya harus bergerak cepat agar pendengar kita juga bertambah dan kita tidak terus kehilangan eksistensi.

Q : Kak aku juga sempet lihat channel youtube band kakak, apa nih komentar kakak kalau ada hater yang berkomentar? Karena aku lihat ada aja yang memberi komentar yang hate ke band kakak.

Ryota : Komentar aku terima kasih buat komentarnya. Karena saya percaya bahwa hater adalah orang yang akan menjadi fans. Tapi kita harus melihat juga dalam melihat komentar. Kalau yang buruknya ini banyak dan bukan hanya 1 atau 2 orang saja, maka kita harus introspeksi diri. Karena bisa jadi kita yang mempunyai masalah tersebut dan berusaha membuatnya menjadi lebih baik. Tapi kalau 1 atau 2 orang berarti dia yang mungkin memang tidak suka. Karena dalam berkarya tidak mungkin kita harus membuat semua orang suka dengan kita.

Q : Kak, sekarang katanya udah gak di band lagi? Sekarang ngapain sih kak dan masih kontak ga sama anak-anak band kakak?

Ryota : Oh iya, sekarang saya udah fokus dengan bisnis dan saya mulai membuat channel Youtube sendiri. Sekalian promosi, channel saya berisi tentang vlog, kadang prank, dan banyak hal lagi. Ke depannya saya akan membuat proyek untuk cover beberapa lagu Jepang. Kalau penasaran bisa berkunjung ke channel Youtube saya di Ryota Tsugami. Kalau kontakan dengan anak-anak band tentunya masih. Selalu menjaga tali silahturami dengan para member band.

Q : Kak, kalau cover gitu nanti kakak yang nyanyi atau gimana? Kan biasanya kakak yang main musik.

Ryota : Nahh… itu dia. Saya sekarang juga mulai belajar vokal dengan teman saya yang satu ini, Heiji. Saya terkadang merasa sayang karena baru mau belajar bernyanyi sekarang. Tapi setidaknya saya mencoba daripada tidak. Rencananya saya sekalian bermain musik juga. Jadi ditunggu saja ya semuanya.

Q : Kak, kasih pesan dong ke teman-teman lain yang mungkin juga lagi berusaha untuk berkarir di bidang yang sama dengan kakak.

Ryota : Pertama, materi emang penting buat hidup kita. Tapi kita perlu tahu dalam berkarya, apalagi bermusik, jangan sampai materi membuat alasan anda untuk berkarir. Kunci kuat dalam berkarya adalah kreativitas anda dan bagaimana commit anda. Passion juga menjadi hal yang membuat kita bisa terus bertahan dan produktif dalam berkarya di bidang itu.

Terima kasih kak Ryota untuk waktu dan pengalamannya yang dibagikan kepada kami. Kita doakan selalu semoga proyek dan usaha kakak berjalan lancar. Kita tunggu untuk lagu yang nanti kakak Cover juga ya!!

Buat teman-teman yang sudah menyimak hasil wawancara kami, terima kasih ya. Nantikan kami di wawancara berikutnya. Jangan lupa juga untuk melihat dan menantikan artikel menarik lainnya. Pokoknya stay tuned terus, hanya di nipponclub.net!!

Penulis: NvM
Pewawancara: NvM, yaya, Zhe
Penyunting: Genshin


Share this:

CHECK THIS OUT!!
Top