Artikel ini bersifat subjektif dan mengandung spoiler

One Piece merupakan manga karya Eiichiro Oda yang diadaptasi menjadi anime sejak tahun 1999 oleh Toei Animation. Di Indonesia, manga One Piece diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Manga One Piece sendiri sebelumnya pernah memecahkan rekor salinan buku komik paling banyak diterbitkan oleh penulis tunggal pada World Guinness Record.

Tahun 2019 ini merupakan tahun ke-20 dari One Piece, dalam rangka merayakannya, Clas:H bersama komunitas cosplay membuat pertunjukkan Cosplay Live Action Show: One Piece pada 11 Mei lalu. Pertunjukkan yang tampil dua kali dalam sehari ini merupakan stage play yang dikombinasikan dengan video mapping, dan baru pertama kali hadir di Indonesia.

Pertunjukkan ini dibuka dengan beberapa lagu yang dinyanyikan oleh Nanairo Symphony yaitu lagu dari anime One Piece dengan judul We Are, lagu berjudul Peace Sign dari anime Boku no Hero Academia, lagu dengan judul Pegasus Fantasy dari anime Saint Seiya, lagu Zen Zen Zense dari anime Kimi no Na wa, dan juga lagu terbaru karya mereka yang berjudul Seven Colored Symphony juga dibawakan dalam acara ini. Lagu yang dibawakan membuat penonton tidak merasa bosan dan menjadi lebih bersemangat dari yang sebelumnya lelah menunggu. Grup band ini juga membawakan lagu untuk acara Ennichisai 2019 mendatang dengan judul Pray For You.

Setelah penonton menyaksikan pertunjukkan yang dibawakan oleh Nanairo Symphony, lalu mereka menyaksikan tarian yang dipersembahkan oleh grup idol Aniqueen, diiringi dengan lagu Senbonzakura yang membuat penonton merasa terpukau dan dilanjutkan dengan grup idol Hira Dazzle. Grup idol yang satu ini mempunyai ciri khas yang mirip dengan girl band, dimana mereka menunjukkan keimutannya saat pertunjukkan, sehingga membuat penonton merasa terpana. Kedua grup idol ini akan hadir juga pada Ennichisai 2019 mendatang.

Dalam rangka mengenang 20 tahun One Piece, mereka memutarkan video review singkat dari anime One Piece sejak awal tahun produksinya. Review yang ditampilkan sebelum live action dimulai, juga membuat para penonton merasa terharu dengan cerita petualang sang topi jerami bersama dengan krunya. Video ini bercerita tentang bagaimana suka duka saat bertualang di lautan yang luas.

Pertunjukkan yang spektakuler ini menampilkan cosplayer yang sebelumnya pernah memenangkan kejuaraan World Cosplay Summit seperti Konnichi Kurenai sebagai Luffy. Sebelumnnya, ia bersama Zhuge Kamiya pernah meraih peringkat 3 pada WCS 2012, lalu ada Rian CYD sebagai Sanji yang sebelumnnya pernah meraih peringkat 1 pada WCS 2016 bersama Frea Mai sebagai Robin, dan Yumaki sebagai Ace bersama iBun sebagai Coby meraih peringkat 1 pada WCS 2018. Selain dari WCS, ada pemeran pendekar pemetik bunga yang diperankan oleh Hanata Rue pada film Wiro Sableng yang baru tayang 30 Agustus silam. Tidak kalah menarik, pemeran lain membawakan karakternya dengan sangat baik, dari segi kostum, penjiwaan, pertarungan, hingga tingkah kocaknya juga, membuat para pemeran terlihat seperti karakter aslinya.

Membahas pertarungan, aksi yang dipertunjukkan juga tidak dapat dibilang biasa saja, karena pertarungan tersebut menampakkan kemampuan bela diri yang luar biasa, dari segi tendangan, lompatan hingga salto. Walaupun terkadang video mapping tersendat, ketepatan waktu antara pemeran dengan kemampuannya juga sangat pas, seperti tidak ada penggunaan waktu yang meleset dari perkiraan pada saat pertarungan, poin inilah yang membuat penonton merasa terkagum.

Pertunjukkan ini dibawakan dengan latar musik yang sesuai dan membuat penonton merasa tidak bosan dan jenuh, seperti saat pertarungan menggunakan musik beat dan saat sedang bersandiwara menggunakan music dengan genre komedi. Dibalut dengan tarian bersandingkan drama serta pertarungan kocak, pertunjukkan One Piece ini tidak terasa monoton dan menghibur penonton. Selain itu, dalam pertunjukkan ini, penonton tidak hanya duduk untuk menonton saja. Mereka juga diajak untuk membantu para kru topi jerami saat bertarung melawan musuh, mengikuti arahan para pemeran, dengan menggunakan light stick bersama mengucapkan kata ajaib untuk mengalahkannya. Hal inilah yang membuat para penonton merasa seperti menjadi salah satu karakter yang berperan dalam acara tersebut.

Catatan:

SK = Silver Kaze

KK = Konnichi Kurenai

Apa sih yang dirasakan sang pemeran Borsallino Kizaru dan Luffy setelah acara ini sudah usai? Yuk langsung simak aja!

Q: Bagaimana perasaannya setelah tampil dua kali pertunjukkan?

KK: Lega, senang sekali akhirnya bisa tampil juga bersama teman, kita latihannya juga sudah lama.

SK: Mantap, yang saya takutkan itu kan bajunya Kizaru ketat banget ya, aku cobain tapi nekat, akhirnya bisa. Diluar ekspektasi juga sih.

Q: Adakah kesan pesan selama persiapan, sampai akhirnya tampil di hari ini?

KK: Kesan pesannya seru, cape, emosional, tapi overall aku menikmati ini semua.

SK: Saya sudah dua bulan berhenti cosplay, terus disini bikin kostumnya lagi, dari nol dibantu sama anak-anak dapat ilmu baru, terus tidak menyangka bisa bergabung di peringatan 20 tahun animenya One Piece.

Q: Adakah pesan bagi para penonton yang sudah menyempatkan waktunya untuk menonton pertunjukkan ini?

KK: Terima kasih sudah datang, semoga bisa datang lagi next time, kalau misalnya datang lagi kita akan buat lagi yang lebih keren, lebih heboh, dan lebih mantap lagi.

SK: Terima kasih banyak untuk yang sudah menonton. Untuk kedepannya kalau menghadapi netizen, mereka ekspektasinya tinggi, banyak ini itu, kami disini sudah maksimal. kami disini ibarat mengumpulkan dragon ball, ada yang dari bandung, ada yang dari Yogya, alumni-alumni WCS, tidak mudah membuat karakter seperti ini, terus kita mencoba dubbing sendiri. Kalian juga harus coba melihat lebih dalam kalau semua cosplayer sebenarnya sudah maksimal.

Q: Setelah dua pertunjukkan ini, apa yang akan dilakukan selanjutnya?

KK: Belum kepikiran, mungkin kedepannya aku bakal coba tingkatkan lagi kualitasnya, lebih ramai lagi, lebih besar lagi.

SK: Saya mau adakan proyek internasional juga, jadi targetnya saya membuat performance besar di Bandung bulan Juli nanti. Rencananya, itu membawakan anime Ingress The Animation. Ingress The Animation ini sebenarnya adalah game mobile seperti pokemon. Saya ingin menggarap itu, menggarap cosplayernya dikumpulkan di Bandung, mungkin taruhnya mudah-mudahan bisa internasional. Untuk pertunjukkannya nanti di Bandung. Di rencanakan bisa muter sih.

Q: Sebagai stage director, apakah setelah pertunjukkan ini One Piece Cosplay Live Action akan dilanjutkan lagi?

KK: Mungkin kita bakalan ada performance lagi. Kalau ada yang undang, mungkin kita bakal turun lagi sih.

Q: Bagaimana perasaannya setelah tampil untuk dua pertunjukkan tadi, apakah sesuai dengan ekspektasi?

KK: Overall, cukup puas dengan hasil ini, penonton juga senang, aku sih lebih penonton lebih senang saja.

Bagaimana? Seru kan dengan pertunjukan teaternya! Tidak kalah dengan pertunjukkan teater di luar negeri, bahkan setelah menonton atau membaca artikel ini kalian mungkin mulai tertarik dengan cerita One Piece. Kami dari Juranalistik Nippon Club berterima kasih kepada pihak Clas:H karena telah diberikan kesempatan untuk meliput acara Cosplay Live Action Show: One Piece.

Sekian untuk liputan kali ini dan sampai jumpa di liputan kami berikutnya!

Sumber: Guiness World Record

Penulis: NvM

Fotografer: Gachaman