#KuToo Demi Wanita Karir di Jepang
J-News - Friday, June 14, 2019 | 1:58 pm

Sepatu bukan hanya berguna menjadi alas kaki saja, namun sepatu juga memiliki nilai estetika yang menunjang penampilan seseorang. Tak heran bila sekarang tersedia sepatu dengan berbagai bentuk dan desain. Salah satu sepatu yang menjadi kontroversi adalah sepatu dengan hak tinggi.

Meski sepatu ini dicintai oleh beberapa kaum hawa karena membuat mereka menjadi lebih dewasa, ternyata sepatu ini juga menimbulkan pertentangan dari beberapa kaum hawa lainnya. Salah satunya adalah penolakan sepatu hak tinggi di Jepang.

Belum lama ini, cuitan #KuToo menjadi ramai diperbincangkan setelah Yumi Ishikawa memulai petisi tentang penggunaan sepatu hak tinggi dalam bekerja. Ku Too menjadi pilihan nama yang tepat karena menurut Yumi Ishikawa karena mudah diingat dan menggambarkan keadaan wanita Jepang. Ku Too sendiri merupakan singkatan dari kutsu- sepatu dan kutsuu- menderita. Yumi Ishikawa yang merupakan seorang aktris serta penulis menyorot permasalahan ini karena merasa adanya diskriminasi gender. Menurutnya para pria di perusahaan tidak diharuskan menggunakan suatu busana yang menyiksa mereka. Namun para wanita diharuskan menggunakan sepatu hak tinggi yang membuat gerakan wanita menjadi terhambat dan menimbulkan rasa sakit pada kaki mereka.

Petisi ini bukan hanya menjadi perbincangan hangat di dunia maya, namun juga didukung oleh banyak orang, khususnya oleh para wanita. Karena bukan hanya sakit yang didapatkan dari penggunaan hak tinggi, namun ada beberapa resiko penyakit yang ditimbulkan apabila menggunakan sepatu hak tinggi dalam waktu lama. Terbukti, sekitar 19.000 orang telah menandatangani petisi yang menyerukan Jepang untuk mengakhiri kewajiban wanita untuk menggunakan sepatu hak tinggi di tempat kerja.

Yumi Ishikawa berharap, melalui petisi yang ia serukan pemerintah dapat mengerti hal ini dan dapat mendukung wanita Jepang. Selain itu, Yumi berharap agar tidak ada lagi pandangan orang Jepang bahwa wanita Jepang yang menggunakan sepatu datar adalah sesuatu yang buruk. Bahkan Yumi mendukung apabila ada perancang busana yang dapat membuat alas kaki yang nyaman dan dapat menjadi alas kaki formal.

Sumber: The Guardian, CBS News

Penulis: Zhe
Penyunting: NvM


Share this:

CHECK THIS OUT!!
Top