[Interview] Perjalanan Kei Takebuchi dari Goose House sampai Solo Karir
J-Music - Tuesday, August 13, 2019 | 3:45 pm

Halo minna! Pada kesempatan kali ini, kami dari Nippon Club berkesempatan ikut serta dalam konferensi pers di GJUI 25, dan bintang tamu kali ini adalah Kei Takebuchi. Apakah kalian menonton anime Shigatsu Wa Kimi no Uso? Anime yang membuat kita menjadi terbawa oleh perasaan ini, memiliki opening yang berjudul Hikaru Nara dibawakan oleh Goose House. Nah, bagi yang belum tahu, Goose House merupakan band asal Jepang yang didirikan pada tahun 2011. Awalnya mereka mulai dari membuat cover lagu-lagu Jepang, kemudian mereka mulai menulis lagu karya mereka sendiri.

Pada Goose House terdapat banyak vokalis, namun tidak hanya mengarah kearah vokal, melainkan vokal dan bermusik, hanya saja pada Goose House terdapat seorang vokalis utama yakni Kei Takebuchi. Kei Takebuchi juga pernah tinggal di California, Amerika Serikat selama 4 tahun. Oleh karena itu, ia fasih dalam berbahasa Inggris. Bagi yang penasaran dengan hasil konferensi persnya, yuk disimak artikel berikut ini!

Q: Sejak kapan Kei belajar tentang musik, siapa influence terbesar bagi Kei dalam dunia musik itu sendiri?
A: Untuk suka dengan musik itu memang sudah dari kecil, tapi untuk perform di depan banyak orang itu saat SMA, dan untuk influence terbesar saya adalah Utada Hikaru.

Q: Kenapa Kei terpikirkan untuk membuat cover lagu di Youtube?
A: Untuk cover, meskipun saya suka lagu itu, saya juga sama dengan semua orang. Saat mendengarkan musik, saya juga ingin share lagu tersebut dan menikmati bersama karena saya pikir, “ini bagus”.

Q: Bagaimana perasaan anda kalau misalnya fans itu ternyata tidak senang saat Kei menjadi soloist?
A: Ini adalah pertama kalinya pergi ke luar negeri sebagai solo, saya hanya pergi untuk solo ke Indonesia, meskipun saya menerima banyak komentar dari orang-orang di seluruh dunia seperti Youtube dan SNS, seperti yang saya pikir, jika saya tidak melihat orang-orang secara langsung dengan mata kepala saya sendiri, saya tidak yakin apakah mereka benar-benar mendukung saya. Itu benar-benar tidak dapat dipercaya, tetapi, dengan pergi ke berbagai negara di seluruh dunia, saya benar-benar berpikir bahwa saya ingin pastikan dengan mata kepala sendiri.

Q: Apa arti musik bagi Kei?
A: Secara general, musik adalah segalanya. Memang dari kecil sudah suka bernyanyi. Orang-orang mau mendengar saya bernyanyi, menurut saya ini merupakan sebuah keajaiban. Musik itu bisa menghubungkan orang.

Q: Apakah Kei memiliki projek yang akan atau sedang dikerjakan kedepannya?
A: Kalau untuk projek kedepannya, setelah dari Indonesia saya juga mau berkunjung ke negara lain untuk perform. Lalu membuat konten Youtube yang bisa buat orang menjadi happy, dan juga mau saya mau membuat konten yang bisa dibuat bersama dengan audience juga agar antara audience dan saya bisa sama” jadi happy.

Q: Apakah ada hal-hal menarik bagi Kei tentang Indonesia?
A: Menurut saya hal yang unik itu traffic Jakarta. Apa lagi ada orang yang naik motor sampai bonceng 4. Terus juga yang unik lainnya adalah kemarin dibantu dengan teman-teman staf GJUI membuat video di belakang gedung Universitas Indonesia.

Q: Menurut anda, apa perbedaan atau persamaan Indonesia dan Jepang?
A: Ini berbeda dalam banyak hal. Tapi yang paling mengejutkan saya, perbedaan yang saya pikir paling bagus adalah ketika saya pergi ke toko, toko serba ada, harigami (poster / label) tidak dilem. Di Jepang orang akan mengatakan “shinaide kudasai” seperti dalam “jangan lakukan ini”, tetapi di Indonesia itu seperti mengatakan “tolong jangan melakukan ini”. Saya pikir perbedaan antara bagaimana mereka mengucapkan kata-kata mereka bagus. Apa yang saya pikir sama adalah bahwa orang-orangnya serupa, entah bagaimana mereka lembut, dan merasa seperti orang yang akrab.

Q: Sebelumnya Kei sudah lama di Goose House sebagai penyanyi, selama pengalaman sebagai penyanyi itu apa pengalaman yang paling menyenangkan dari yang sudah dialami Kei?
A: Itu pertanyaan yang sulit. Sulit untuk mengatakan apa hal yang paling membahagiakan. Tetapi, ketika saya solo, saya pikir jika saya keluar dari Goose House, saya bertanya-tanya apakah para penggemar tidak akan mengikuti saya lagi. itu sebabnya saya benar-benar takut ketika saya mengumumkan bahwa saya akan solo, saya cemas. Saya pikir mungkin ada orang yang marah seperti, “kenapa kamu berhenti ?!”. Tetapi setelah saya mengumumkannya, ada banyak komentar di youtube, orang-orang dari seluruh dunia, dan orang Indonesia juga, tetapi, orang-orang mengatakannya seperti “semangat!”, “anda bisa melakukannya”, dan untuk saya itu yang paling membahagiakan bahkan sepanjang hidupku.

Q: Selain kesibukkan sebagai musisi ada tidak kegiatan lain yang dilakukan seperti liburan gitu?
A: Tidur atau bermain dengan anjing saya.

Q: Bagaimana persiapan untuk tampil di GJUI, apakah ada persiapan khusus setiap tampil?
A: Melakukan pelatihan image dan berlatih semuanya langsung dari awal hingga akhir. Lalu mengambil napas sesaat sebelum naik ke panggung dan bergumam “kamu bisa melakukan ini”.

Kami dari Nippon Club mengucapkan selamat datang kepada Kei Takebuchi di Indonesia. Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada panitia GJUI 25 yang telah mengundang Nippon Club untuk bisa menghadiri konferensi pers ini. Jangan lupa simak artikel-artikel lainnya dari Nippon Club!

Penulis: Yaya dan NvM

Editor: Gachaman


Share this:

CHECK THIS OUT!!
Top