[Interview] Menyebarkan Kegembiraan Ala Sally Amaki
J-Music - Saturday, November 2, 2019 | 1:42 am

Sally Amaki adalah seorang pengisi suara dan idol dari grup 22/7 (Nanabun no Nijuuni). Hadir di Jakarta untuk pertama kalinya dalam gelaran Creators Super Fest Jakarta 2019, kami berkesempatan untuk menanyakan beberapa hal kepada idol yang sering dijuluki sebagai Meme Queen oleh warganet karena cuitannya mengundang gelak tawa para pengikutnya. Dalam wawancara ini dia bercerita mengenai kecintaannya pada Sakura Fujima, virtual idol di mana dia menjadi pengisi suara karakter tersebut, kenangan yang paling dia ingat selama menjadi idol dan pengisi suara hingga alasan mengapa dia menyukai Gintoki.

Q: Bagaimana respon anda ketika 22/7 mendapatkan pengumuman adapatasi anime?
A: Sebenarnya ketika kami mengikuti audisi pada tahun 2017 sudah diberi tahu bahwa akan ada adaptasi anime, namun saat itu belum ada tanggal tayangnya, akhirnya pada September 2019 tanggal tayang untuk animenya diumumkan dan kami sangat gembira mendengar pengumuman tersebut.

Q: Sekarang banyak yang memberikan gelar Meme Queen kepada anda, bagaimana perasaan anda?
A: Oh wow, saya tersanjung. Tapi saya juga tidak tahu, queen terdengar seperti gelar yang sangat besar, jadi, terima kasih. Tapi sejujurnya gelar tersebut membuat saya sangat senang dan sebenarnya saya juga tidak mencoba untuk menyebarkan meme, saya hanya ingin membuat orang yang mengikuti saya di media sosial tersenyum atau setidaknya hari mereka menjadi sedikit lebih menyenangkan. Saya hanya ingin membuat orang lain senang. Melihat orang menjuluki saya Meme Queen, it’s great.

Q: Apa game favorit anda dan game yang sedang sering anda mainkan sekarang?
A: Untuk saat ini, oh my god…, saya banyak memainkan otome games tapi saya tidak boleh memberitahukan judulnya, jadi saya akan merahasiakan judul-judul otome games tersebut. Untuk game yang sedang saya mainkan bersama anggota yang lain, sekarang kami sering memainkan Mario Kart di iPhone. Saya yang terbaik di antara semua anggota.

Q: Jika ada tawaran menjadi pengisi suara untuk animasi di luar Jepang, apakah anda tertarik?
A: Tentu saja. Sejak awal tujuan utama saya adalah menjadi pengisi suara di Jepang, namun saya menyukai sulih suara secara umum. Saya tidak pernah memilih tempat di mana saya akan bekerja, jadi jika ada orang dari luar negeri yang menawarkan saya untuk mengisikan suara karakternya, saya akan melakukannya.

Q: Anda sangat fasih berbahasa Inggris, namun seperti yang kita tahu, bahasa Inggris kurang umum dalam budaya Jepang. Bagaimana anda menggunakan bahasa Inggris untuk keseharian dan karir anda sebagai pengisi suara?
A: Sebagai pengisi suara, saya mendapatkan banyak respon positif ketika menggunakan bahasa Inggris. Saya menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan orang-orang dari luar negeri seperti di Jakarta. Tapi dalam kehidupan sehari-hari saya menggunakan bahasa Inggris ketika ingin keluar dari suatu situasi tertentu. Seperti ketika saya sedang berbelanja, karena saya sangat pemalu dan ketika ada staf yang menghampiri saya dengan bahasa Jepang, saya akan merespon dengan bahasa Inggris untuk keluar dari situasi tersebut.

Q: Sebelum menjadi pengisi suara dan bergabung dengan 22/7, apakah anda pernah mempertimbangkan untuk mengambil pekerjaan lain?
A: Sebelum menjadi pengisi suara, orang tua saya menginginkan saya untuk menjadi dokter. Namun untuk menjadi dokter membutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang tinggi. Hal tersebut tidak mungkin bagi saya (sambil tertawa). Saya sangat menyukai idol dari dulu, namun dulu saya tidak pernah mempunyai target untuk menjadi idol, tapi saya pernah bermimpi mengenai hal itu. Bekerja sebagai pengisi suara dan idol membuat saya merasa bangga mimpi saya menjadi kenyataan dalam waktu bersamaan.

Q: Apa yang membuat anda ingin menjadi pengisi suara?
A: Saya sangat menyukai anime sejak kecil, ketika SMP ada masa di mana mencari teman di lingkungan sekitar sangat sulit bagi saya, sehingga saya sering bolos sekolah. Pada suatu waktu saya membuka komputer dan ketika menonton salah satu episode dari Gintama, itu mengubah hidup saya. Dari sana saya menyukai anime dan mulai menyukai pengisi suara. Saya ingin menjadi seseorang yang bisa memberikan kegembiraan, sama seperti karakter anime yang memberikan saya kegembiraan. Menjadi pengisi suara adalah cara terdekat untuk melakukan hal itu.

Q: Anda merupakan pengisi suara dari Sakura Fujima yang merupakan virtual idol, bagaimana menurut anda mengenai fenomena virtual idol ini?
A: Karena 22/7 adalah grup idol yang berfokus di Jepang untuk saat ini, kami masih jarang berinteraksi dengan orang dari luar negeri. Dengan adanya virtual idol memudahkan orang-orang yang tidak bisa datang ke Jepang untuk mengenal lebih jauh mengenai grup kami, sehingga saya merasa ini adalah hal yang menakjubkan.

Q: Apakah ada culture shock ketika anda bersosialisasi di Jepang, dan apakah anda memiliki saran kepada orang dari luar Jepang yang ingin masuk ke dunia hiburan di Jepang?
A: Buat saya, yang menjadi culture shock adalah sebagian orang Jepang tidak mengetahui apa itu meme, kebanyakan orang menanggapi perkataan saya secara harfiah walaupun itu hanya bercanda dan sarkasme juga. Itu cukup berat bagi saya. Untuk orang dari luar Jepang yang ingin berkarir di Jepang, saya pergi ke Jepang sendiri dan tidak mengenal siapapun sehingga saya tidak bisa pergi berkumpul tanpa ada orang Jepang yang memperkenalkan saya ke orang lain. Komunikasi dan mendapatkan teman pertama adalah kunci untuk orang dari luar Jepang yang ingin berkarir di Jepang. Penggemar di Jepang membuat saya terlibat dalam komunitasnya.

Q: Berbeda dari kebanyakan idol di Jepang, anda cukup aktif menceritakan keseharian anda di media sosial. Apa yang membuat anda melakukan hal tersebut?
A: Secara pribadi, saya sangat ingin mengetahui apa yang dilakukan idol dan pengisi suara sehari-hari. Hal tersebut membuat saya lebih terhubung dengan mereka. Saya selalu menggemari idol dan pengisi suara, dan ketika mereka menuliskan kesehariannya di media sosial, saya merasakan sebuah koneksi dan membuat saya merasa diterima di komunitas tersebut. Sehingga ketika saya pertama kali ingin menjadi pengisi suara, tujuan saya adalah membuat orang bahagia dan termasuk dalam komunitas. Dengan menyebarkan keseharian saya, saya juga ingin memberi tahu bahwa pengisi suara dan idol juga berjuang seperti orang lainnya, saya merasa ini adalah cara yang baik untuk berkomunikasi dengan banyak orang.

Q: Apa yang anda pikirkan ketika pertama kali melihat Sakura Fujima?
A: Cinta. Dia (Sakura Fujima) sangat lucu. Dia sangat manis. Ketika audisi, karakter dia sudah ada di layar, dan saya seketika itu jatuh cinta kepadanya. Dia adalah perempuan yang baik dan dia juga memikirkan anggota yang lain. Dia bisa berbahasa Inggris seperti saya, dia berasal dari Los Angeles seperti saya. Saya seperti terhubung dengannya. Terhubung dengan karakter fiksi seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya menyukainya.

Q: Apakah sebelumnya anda sudah pernah bertemu dengan Pucchi JKT48?
A: Kami bertemu di Akihabara, kami juga saling bertukar nomor telepon, dan saya juga berencana untuk bertemu dengannya besok (hari kedua Creators Super Fest 2019). Dia berkata akan datang ke acara ini, jadi mungkin saya akan bertemu lagi dengannya.

Q: Apa hal yang menurut anda menarik di Indonesia?
A: Orang-orangnya. Ketika saya pertama kali mendarat, orang-orang sangat baik kepada saya. Ketika saya sedang berlatih untuk penampilan, walaupun itu pertama kali saya bertemu dengan mereka, mereka sangat menyambut saya. Secara online juga ketika saya mengumumkan akan datang ke Jakarta. Jadi saya hanya memiliki pemikiran positif mengenai Jakarta.

Q: Apakah ada pengalaman yang tidak terlupakan selama menjadi idol atau pengisi suara?
A: Waktu itu pada sebuah acara, seorang penggemar perempuan datang ke saya. Dia mulai menangis dan bercerita bahwa saya memberikan semangat kepadanya untuk menggapai mimpinya menjadi pengisi suara. Dia mengatakan bahwa bahasa Jepangnya tidak begitu bagus sehingga dia mulai menyerah untuk menjadi pengisi suara. Namun dia berkata ketika melihat saya yang datang dari Los Angeles, dan menjadi pengisi suara di Jepang, saya memberikan semangat untuknya menjadi pengisi suara dan dia mulai menangis. Itu adalah salah satu pengalaman terbaik yang pernah saya alami.

Q: Apakah anda memiliki anime favorit di tahun 2000-an?
A: Banyak, seperti Bobobo-bo Bo-bobo, Gash Bell!, Gintama, Naruto dan anime shounen lainnya, karena saudara laki-laki saya juga menonton anime. Gintama adalah favorit saya.

Q: Pada nickname Twitter anda tertera Gintoki Enthusiast. Apa yang membuat anda menyukai karakter tersebut?
A:  Coba lihat dia (Gintoki), dia terlihat agung. Coba lihat juga bagaimana dia yang sangat santai, namun ketika di animenya terdapat bagian yang serius dia menjadi sangat keren. Mindblowing, dan saya jatuh cinta kepadanya.

© Hideaki Sorachi / Shueisha / TV Tokyo / Dentsu / BNP / Aniplex

Q: Bisa sedikit diceritakan mengenai cerita dari anime 22/7?
A: Ada sedikit yang bisa saya ceritakan, yaitu ceritanya akan berfokus pada mereka (karakter pada anime 22/7) yang berusaha untuk menjadi idol, jadi ceritanya dimulai dari bagaimana mereka memulai karirnya.

Q: Anda sudah menjadi idol dan pengisi suara, apakah ada sesuatu yang anda ingin lakukan lagi?
A: Jika saya bisa menggambar saya ingin menjadi komikus.

Sekian hasil wawancara dengan Sally Amaki. Terima kasih kepada pihak Creators Super Fest 2019 dan Sally Amaki yang sudah memberikan kesempatan untuk wawancara ini. Simak hasil wawancara Nippon Club dengan artis-artis lainnya ya.

Penulis: ponyonyon
Penyunting: Genshin


Share this:

CHECK THIS OUT!!
J-Music - Tuesday, November 19, 2019 | 7:44 pm
J-Music - Sunday, November 10, 2019 | 9:04 pm
J-Music - Thursday, October 17, 2019 | 7:53 pm
J-Music - Saturday, September 7, 2019 | 1:54 pm
Top