[Liputan] Comic Frontier Hari Kedua, Acara Penuh Konten Bersama Kreator
J-Event - Thursday, March 5, 2020 | 1:58 pm

Halo minna-san! Kembali lagi di hari kedua Comifuro 14. Hari kedua ini tentu saja tidak kalah ramai dengan hari pertama. Sebelum buka pun, banyak orang sudah tidak sabar untuk memasuki gedung Balai Kartini. Hari kedua ini tentu saja juga memiliki banyak acara yang seru dan tidak kalah menarik dengan hari sebelumnya, yuk simak saja artikel berikut ini!

Acara di main stage yang pertama adalah panel diskusi dengan tema “Kerja Jadi Artis Indie vs Artist Industri” bersama Louis Lady Zhongrilla dan Rizqi Rinaldi Masmartin. Louis merupakan seorang artist yang sekarang bekerja di Bumilangit. Dulu sebelum Louis bekerja di Bumilangit, dia sudah bekerja menjadi artis mandiri. Disini, Louis berbagi pengalamannya dan berdiskusi tentang perbedaan ketika dia bekerja mandiri atau bekerja dengan perusahaan. Ia mengatakan bahwa bekerja mandiri maupun diperusahaan memiliki keuntungan dan kekurangannya.

Panel diskusi ini berlanjut di sesi kedua dengan tema “Isekai dan kebangkitan karakter perempuan badass dalam perspektif perempuan” bersama Elma. Kali ini, Elma mempresentasikan genre dunia lain yang sedang populer pada saat ini. Dia menjelaskan bahwa pada umumnya cerita dunia lain sering adanya ketidakadilan gender terutama terhadap wanita. Ditambah lagi cerita dunia lain yang karakter utamanya perempuan masih sedikit. Maka dari itu Elma mengangkat topik ini untuk membahas hal tersebut dengan para penonton.

Setelah panel diskusi berakhir, Primagraphia naik keatas panggung untuk memperkenalkan para penonton tentang Primagraphia. Primagraphia merupakan sebuah tempat percetakan. Mereka tidak hanya menerima pesanan mencetak kertas saja, tetapi juga mencetak di kaos, tumblr, mug, bantal, mouse pad, dan lainnya. Primagraphia juga menunjukkan beberapa contoh barang hasil cetak mereka di atas panggung sehingga para penonton bisa melihat hasil cetakan mereka secara langsung.

Setelah Primagraphia undur diri, dilanjutkan dengan acara talkshow bersama Nusaimoe. Nusaimoe merupakan ajang perlombaan yang melombakan maskot-maskot dari organisasi lain. Beberapa organisasi seperti Moesia, Artelier, Mozaic Heaven, dan Wibuverse dijadikan sebagai contoh di acara talkshow ini. Nusaimoe ingin agar orang-orang lebih mengembangkan maskot mereka dan dapat membuat maskotnya terkenal melalui perlombaan tersebut. Nusaimoe sendiri juga memiliki maskot buatannya sendiri yang bernama Nusa-chan.

Usai talkshow bersama Nusaimoe, Ghosty’s Comic pun naik ke main stage dan bersiap untuk menangkap perhatian para pengunjung. Kali ini, mereka mempromosikan game baru mereka yang telah selesai fase beta yaitu Khilaf Kilat. Game ini dibuat oleh kolaborasi antara Ghosty’s Comic dan Semisoft. Permainan mobile ini mensimulasikan sistem flash sale yang biasanya ada pada toko-toko online. Tujuan gamenya adalah kita harus membeli barang-barang yang tersedia sebanyak-banyaknya tanpa menghabiskan dompet virtual kita. Semakin sedikit uang yang tersisa, semakin besar poin yang akan didapatkan.

Game tersebut juga memiliki rintangan-rintangan sendiri yang kita bisa lalui dengan skill-skill yang disediakan di game tersebut. Karena berhubungan dengan kegiatan khilaf, game tersebut memiliki aspek gacha-nya sendiri yang berisi item, skill, dan avatar untuk diperlihatkan di profile karakter. Game Khilaf Kilat ini sudah tersedia dan bisa di unduh di Google Play Store.

Comifuro 14 juga mengundang salah satu komikus populer di Indonesia yaitu Kharisma Jati. Kak Jati sudah menjadi komikus selama 12 tahun dengan karya seperti antologi Anak Kos Dodol Dikomikin, God You Must Be Joking, Perenium, dan juga Mat Zen dalam Kartel Komik #1. Setiap komik yang ia buat pasti memiliki kemiripan dengan kehidupan sehari-harinya, bisa dari lingkungan yang ditinggalinya atau dari acara televisi yang ditontonnya. Contohnya pada salah satu komik ciptaannya yang bernama Perenium terinspirasi dari genre shounen seperti Dragonball dan One Piece.

Tidak hanya membuat komik dengan genre shounen, kak Jati juga dapat membuat komik dengan mencampurkan budaya Jepang dan Indonesia dengan sangat baik di dalam komiknya yang berjudul Perenium. Setiap komiknya dapat menjadi sukses karena ada unsur inspiratif dari buku-buku filsafat, dan itu karena kak Jati mengetahui selera dari pembaca komiknya.

Sebelum mengakhiri talkshow pada hari ini, Comifuro mengajak tim Bumilangit untuk membicarakan tentang komik barunya Godam Putih Hitam yang dibuat oleh Erfin Fajar bersama Tanfidz T. Komik ini merupakan seri lanjutan dari komik Godam yang menceritakan tentang manusia super yang melindungi tanah air kita. Pada tahun ini, mereka juga berencana untuk mengeluarkan Godam Remaster yang memperbarui cerita lama Godam yang akan mereka usahakan dibuat karyanya semenarik mungkin untuk para pembaca baru terutama yang suka dengan komik superhero.

Acara talkshow pun berakhir. Acara lain di main stage setelah acara talkshow adalah pertandingan top 4 dari permainan Granblue Fantasy Versus, yaitu permainan fighting dari game browser popular, Granblue Fantasy. Empat pemain yang sudah berusaha dari pagi hari mengalahkan peserta lainnya berusaha untuk meraih juara satu. Pertandingan berlangsung dengan heboh. Para penonton bersorak untuk menyemangati para pemain. Tetapi sayangnya, karena waktu tidak cukup pertandingan final tidak sempat untuk ditunjukkan dan pertandingan final dilakukan di booth Grandblue Versus bukan diatas panggung.

Acara penutup di main stage merupakan pertunjukan musik. Diawali dengan penampilan dari Little Harmony Orchestra yang memainkan lagu Hikaru no Nara dan Guren no Yumiya. Setelah Little Harmony Orchestra turun, main stage langsung disambut dengan performansi oleh Vibetonic dan ditutup oleh DJ Caesar.

Comifuro 14 juga memiliki mini stage acaranya sendiri tidak kalah seru dengan acara di main stage. Acara pertama di mini stage yakni, sesi Utattemita yang merupakan karaoke bebas untuk unjuk bakat para peserta dalam bernyanyi. Setelah selesainya sesi Utattemita, Komunitas Trading Card Game naik ke atas panggung untuk menjelaskan tentang apa itu Trading Card Game. Mereka juga mendemonstrasikan salah satu Trading Card Game yaitu Cardfight!! Vanguard melalui sebuah video.

Acara berikutnya di mini stage adalah penampilan oleh Komunitas Deresute Indonesia. Deresute adalah singkatan dari Idolmaster Cinderella Girls: Starlight Stage yaitu sebuah rythm game buatan Cygames. Mereka sebagai sebuah band memainkan beberapa lagu Deresute. Mereka mebuka pertunjukan mereka dengan memainkan lagu Star!!. Kemudian mereka memainkan lagu Crazy Crazy, in fact, dan terakhir Etude wa Ikyoku Dake.

Penampilan dari Komunitas Deresute Indonesia ini kemudian disambung oleh Komunitas Azur Lane Indonesia. Disini Komunitas Azur Lane Indonesia melakukan giveaway melalui sebuah kuis. Hadiah utama dari giveaway tersebut adalah sebuah artbook Azur Lane. Orang-orang yang berada didepan panggung dapat mengikuti kuis tersebut melalui situs kahoot.it . Isi kuisnya pun seputar game Azur Lane, bagi kalian memainkan game yang satu ini akan sangat disayangkan jika tidak ikut acara ini.

Acara di mini stage ditutup oleh komunitas Kore Kara Karaoke. Korekara Karaoke mengajak para pengunjung untuk bernyanyi bersama dari lagu yang dibawakan mereka. Kali ini mereka membawakan lagu dengan tema Mahou Shoujo. Para pengunjung sekitar yang sebelumnya hanya melihat pun juga ikut merapat nyanyi bersama.

Sekian liputan Comifuro 14 ini, tidak lupa kami berterima kasih banyak kepada para panitia Comifuro 14 yang sudah menyukseskan acara ini dan memberi kesempatan bagi kami untuk meliput. Semoga Comifuro bisa terus sukses kedepannya. Nantikanlah liputan kami yang berikutnya!

Penulis: Red & Lettuce
Penyunting: NVM


Share this:

CHECK THIS OUT!!
Top