Hatsumode, Tradisi Masyarakat Jepang Berkunjung ke Kuil di Tahun Baru

Minna-san, selamat menyongsong tahun baru 2021. Semoga di tahun yang baru ini, semua doa yang kita panjatkan dan keinginan kita dapat terwujud. Artikel kali ini akan membahas salah satu tradisi orang jepang ketika menyongsong tahun baru.

Hatsumode (初詣) adalah kegiatan tahunan masyarakat Jepang, yaitu degan berkunjung ke kuil, baik kuil Buddha(oteraお寺) maupun Shinto (jinja神社). Tradisi ini biasa dilakukan pada tanggal 1 hingga 3 Januari. Masyarakat Jepang berbondong-bondong mengunjungi kuil  untuk mendoakan  keberuntungan dan kehidupan yang lebih baik di tahun baru.

Masyarakat Jepang percaya jalan ini juga dilewati oleh dewa-dewi. Sehingga ada baiknya kita berjalan di tepi, jangan di tengah-tengah jalan.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang seharusnya kita ikuti ketika berkunjung ke kuil di Jepang. Sebelum kita memasuki kompleks kuil, tepatnya di depan Torii (gerbang kuil), kita perlu membungkukkan badan. Hal ini dipercaya untuk memberikan penghormatan kepada dewa-dewi. Setelah itu, kita wajib menuju ke tempat seperti palung tempat penyimpanan air (sering disebut chōzu-ya 手水社 atau temizu-ya 手水社) yang dialirkan melalui bambu. Kita menggunakan gayung yang terbuat dari bambu (disebut chōzu-bachi手水鉢). Kita membasuh tangan kiri terlebih dahulu, kemudian tangan kanan, dan yang terakhir mulut kita. Setelah itu kembalikan gayung seperti posisi semula.

Membasuh diri di chōzu-ya dipercaya dapat menyucikan diri sebelum mengahdap dewa-dewi.

Tata cara berdoa orang Jepang di kuil tidaklah sulit. Mereka cukup melemparkan koin ke dalam kotak persembahan, lalu membunyikan lonceng (hal ini dipercaya untuk memberikan salam kepada dewa-dewi). Setelah itu, bungkukkan badan sebanyak dua kali, tepuk tangan sebanyak dua kali, pejamkan mata, lalu berdoalah. Setelah selesai berdoa, bungkukan kembali badan sebanyak satu kali. Perlu diingat bahwa menepuk tangan di kuil hanya dilakukan di kuil Shinto (jinja神社), hal ini tidak berlaku di kuil Buddha(oteraお寺).

Kotak persembahan tersebut biasanya diletakkan di gedung utama kuil. Jumlah donasi atau uang persembahan yang diberikan tidak dibatasi, bebas. Masyarakat Jepang biasanya mendonasikan uang sebesar 5 yen (dilafalkan sebagai go-en) atau 115 yen. Mereka percaya bahwa menyumbangkan 115 yen akan membawa keberuntungan karena pelafalannya sendiri berarti nasib baik atau keberuntungan (i-i-goen).

Selain berdoa dan memberikan persembahan, masayarakat Jepang juga mengambil kertas ramalan (omikuji 御神籤). Omikujiberisi ramalan keberuntungan, perjodohan, kondisi finansial, ramalan akan doa-doa, dan lain-lain dari seseorang selama setahun berikutnya. Apabila ramalan yang diterima adalah ramalan buruk, orang Jepang biasanya mengikat kertas tersebut pada pohon pinus atau kawat besi pada kompleks kuil. Pohon pinus (matsu 松) dan menunggu (matsu待つ) memiliki pelafalan yang sama, hal inilah yang membuat orang Jepang percaya bahwa mengikatkan omikuji buruk pada pohon pinus dapat menunda ketidakberuntungan yang akan mereka terima di kemudian hari.

Hatsumode tidaklah lengkap tanpa membeli omamori (お守り). Omamori adalah salah satu jimat keberuntungan orang Jepang. Omamori adalah sebuah kantong kecil yang terbuat dari kain, di dalamnya berisi benda kecil yang disebut “naifu”, terbuat dari kertas, kayu, kain, atau logam. Pada bagian tengah omamori, terdapat sulaman nama kuil tempat omamori tersebut dibeli. Jimat keberuntungan omamori dipercaya hanya bertahan selama setahun, omamori tersebut akan dibawa ke kuil pada tahun depan lalu dibakar secara seremonial. Apabila omamori tersebut rusak secara tidak sengaja, maka dipercaya bahwa omamoritersebut telah berhasil menangkal hal buruk.

Liburan musim dingin bahkan hingga ke penghujung tahun di Jepang tentu tidak akan lengkap apabila tidak mengikuti Hatsumode. Selain belajar tentang kebudayaan dan tradisi orang Jepang, kita juga dipercaya bisa “mendapatkan keberuntungan” apabila berdoa disana. Menarik bukan? Apabila minna-san ingin menyempatkan diri mengikuti kegiatan tahunan ini ibukota Jepang, Tokyo, tidak ada salahnya untuk mencoba salah satu dari beberapa destinasi di bawah ini.

Meiji Jingu

1-1  Kamizono-cho, Yoyogi, Shibuya-ku, Tokyo

1 menit dengan berjalan kaki dari JR Harajuku Station atau Meiji-Jingumae Station

Asakusa Sensoji Temple

2-3-1  Asakusa, Taito-ku, Tokyo

5 menit dengan berjalan kaki dari Asakusa Station

Tokyo Dai Jingu

2-4-1  Fujimi, Chiyoda-ku, Tokyo

5 menit dengan berjalan kaki dari Lidabashi Station

Source:

ohayojepang, favy-jp.com, wikipedia.Chōzuya, livejapan.com, wikipedia.O-mikuji

Author: Aditchii

Editor: Floyd