“Artikel ini mengandung spoiler, jika tidak ingin terkena spoiler, silahkan nonton filmnya terlebih dahulu lalu lanjutkan membaca.”

Konichiwa minna-san! Semoga minna-san tetap sehat ya! Artikel hari ini akan membahas tentang sebuah movie bertema mecha, yaitu Promare.  Promare (プ ロ メ ア Pureomea) adalah film animasi Jepang yang diproduksi melalui kolaborasi  studio Trigger dan XFLAG. Film ini disutradarai oleh Hiroyuki Imaishi dan Kazuki Nakashima, keduanya adalah sutradara yang pernah berpartisipasi dalam penampilan animasi keren lainnya seperti Gurren Lagann dan Kill la Kill.  Kemudian, desain karakter dan mekanisme mecha dirangkai oleh Koyama Shigeto, lalu animasi 3DCG Sanzigen dan musik dibuat oleh Sawano Hiroyuki. Promare telah dirilis di bioskop Jepang sejak 24 Mei 2019, dengan rating 8.10 oleh MAL (MyAnimeList).

Promare adalah film yang bercerita tentang kehidupan yang baru disebuah kota, setelah terjadinya sebuah insiden terjadi. Insiden tersebut tidak lain adalah mutasi yang menyebar antarmanusia. Mutasi tersebut sangat mengerikan, dimana seorang manusia dapat mengendalikan api yang sangat panas, serta memicu rasa ingin membakar sesuatu, sehingga orang-orang di kota tersebut sangat ketakutan. Karena manusia yang mengalami mutasi semakin banyak, hal ini menyebabkan konflik. Maka terjadilah perang antara manusia biasa dengan manusia yang mengalami mutasi tersebut. Manusia yang terkena mutasi tersebut dinamakan Mad Burnish yang diketuai oleh Lio Fotia, ia dipandang sebagai teroris oleh pemerintah.

Kisah ini terus berlajut sampai seorang pria bernama Galo Thymos yang hadir sebagai petugas pemadam kebakaran di instansi Burning Rescue. Setelah cerita menunjukkan berbagai sejarah terjadinya mutasi tersebut, muncullah kasus pembakaran gedung farmasi oleh Mad Burnish. Tak lama kemudian, muncul Burning Rescue yang turun tangan untuk mengurus insiden yang tersebut, dengan menggunakan robot-robot canggih yang dapat mengeluarkan es untuk memadamkan api secara efektif. Pertempuran antara Mad Burnish dan Burning Rescue perlahan pun mulai menguak rahasia dibalik rencana sang Gubernur, Kray Foresight.

Nah, Jika minna-san sering menonton animasi serial dari studio Trigger sebelumnya, pasti tidak asing dengan style animasi dan karakter yang unik-unik, studio ini memang sengaja membuat style animasi dan desain karakter yang mudah diingat oleh para penonton. Bukan hanya itu, tetapi khas animasi dari studio Trigger dapat dirasakan melalui efek-efek yang ditambahkan saat terjadi perkelahian antarkarakter. Tentu saja studio Trigger menampilkan scene yang sangat keren!

Apa yang membuat Promare berbeda dari anime mecha lainnya? Bukankah semua anime mecha memiliki plot yang hampir sama?

Yah, memang benar. Tapi jika minna-san memperhatikan berbagai desain robot yang muncul di film ini, pasti akan terasa sisi kreatifnya. Contohnya, seperti robot yang dikendarai oleh Galo Thymos, robot tersebut memiliki desain struktur yang unik dan sangat menggambarkan perannya sebagai pemadam kebakaran, yaitu bertema Kabuki. Lalu desain mecha milik Lio Fotia, sebagai karakter yang paling banyak disukai oleh para penonton, pria dengan tubuh langsing dan wajah cantik ini malah memiliki tema mecha yang sangar, sebagai biker. Hal lainnya yang sangat mengesankan yaitu dimana banyak sekali model mecha yang ditemakan dengan peralatan SAR (Safe and Rescue), sehingga membuat penonton dapat merasakan kehidupan di dunia serba canggih. Plot yang digunakan oleh film ini juga sangat menarik dan dapat membuat penontonnya terharu, terdapat banyak scene yang tidak dapat dibayangkan oleh para penonton sebelumnya.

Karakter sekundernya pergi kemana? Kok gak dibahas lebih lanjut?

Salah satu kekurangan film ini adalah dimana karakter sekundernya suka ngilang, diawal plot, karakter sekunder terlihat sangat dan keren, namun seiring jalannya cerita, peran tersebut semakin meredup dan bahkan tidak muncul kembali. Contohnya untuk screentime anggota Burning Rescue yang sangat sedikit, padahal salah satu khas dari studio Trigger adalah dimana desain karakternya sangat keren dan unik. Oleh karena itu, tidak heran kalau para penonton merindukan scene yang berisi karakter sekundernya.

Sebagus apasih original soundtrack, desain dan hal-hal teknikal lainya di film ini?

Jika ditanya tentang soundtrack, Hiroyuki Sawano memang tidak pernah mengecewakan! Justru seringkali fight scene di film ini yang terasa lebih menegangkan bahkan mengharukan karena disertai musik instrumental  yang sangat cocok. Penonton yang sudah menonton film ini bahkan seringkali mengunduh atau membeli album kumpulan OST Promare yang dibuat oleh Hiroyuki Sawano ini. Selain itu salah satu lagu yang membuat penonton tidak bisa lupakan lagu yang berjudul Kakusei yang dibawakan oleh Superfly. Sebuah lagu yang muncul mengiringi salah satu scene epic, dimana Lio Fotia menunjukkan balas dendamnya pada Kray Foresight karena telah menggunakan anggota Mad Burnish sebagai bahan bakar roket yang ia ciptakan untuk pergi dari planet yang menjadi lokasi plot film ini.

Lio berubah menjadi naga super panas yang hampir membakar satu kota, untungnya Burning Rescue muncul dan melakukan evakuasi secepatnya. Lagu Kakusei ini menggambarkan perasaan Lio, perasaan amarah yang dapat dicerminkan, dimana sebuah perasaan amarah yang menggunung bercampur dengan rasa sedih yang ia rasakan. Beberapa OST yang sangat direkomendasikan untuk para penonton antara lain antara lain:

Selain itu desain dalam animasi film ini, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pastinya studio Trigger menciptakan desain yang sangat unik. Nah, kemudia membahas teknikal dalam menonton film ini, minna-san sebaiknya menonton ini bersama-sama dengan teman atau kerabat, karena akan lebih terasa seru jika film ini disertai komentar langsung dari teman dan menimbulkan perbedaan pendapat mengenai siapa musuhnya disini, siapa karakter terkuat dan tentunya apresiasi langsung oleh banyak penonton juga dapat meningkatkan mood!

Demikian artikel kali ini minna-san, semoga artikel ini bisa menghibur minna-san saat mengisi kebosanan pada masa pandemi ini.

Source:

jurnalotaku.com, myanimelist.net, wikipedia.promare, kaorinusantara

Author: Epsilon

Editor: Aditchii