Halo minna-san! Kembali lagi dengan artikel liputan Nippon Club. Kali ini kami berkesempatan untuk meliput sebuah acara benchmarking yang diadakan oleh Nippon Club dan Soushin: Tarumanagara Nihon Bu. Penasaran dengan apa saja yang dibahas? Yuk, disimak artikel berikut ini.

Benchmarking adalah suatu patokan atau tolak ukur yang digunakan untuk menilai atau membandingkan hal tertentu. Jadi, Nippon Club dan Soushin mengadakan benchmarking ini untuk saling mengukur kinerja produk, layanan, dan proses kerja organisasi. Hal yang dibahas adalah bagaimana sistem kerja secara umum dan dari setiap divisi yang ada pada Nippon Club dan Soushin.

Acara dibuka dengan salam pembuka dari pembawa acara. Kemudian, dilanjutkan dengan perkenalan dari ketua umum Nippon Club, sekaligus perkenalan dari sekretaris dan ketua cabang Kemanggisan Nippon Club. Setelah itu, acara utama pun akhirnya dimulai dengan Nippon Club sebagai pembicara pertama yang akan menjelaskan sistem kerja mereka.

Sebelum masuk ke setiap divisi, Nippon Club terlebih dahulu menjelaskan secara umum sistem kerja mereka sebagai suatu organisasi yang berfokus pada budaya Jepang. Mereka menjelaskan bahwa “Nippon Club merupakan salah satu UKM di Binus University yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan Jepang. Nippon Club yang telah berdiri sejak 16 Juni 1999 selalu berusaha memberikan informasi, memperkenalkan, dan menyajikan berbagai hal yang berkaitan dengan Jepang

Setelah itu, dilanjutkan dengan membahas visi dan misi yang ditargetkan oleh Nippon Club. Visi dan misi mereka adalah sebagai berikut :

Visi

Menjadikan Nippon Club sebagai organisasi bertema Jepang paling terkenal se-Indonesia.

Misi

1. Memperkuat hubungan aktivis dan pengurus dalam faktor internal dan eksternal.

2. Mengikuti dan berpartisipasi dalam event-event Jejepangan.

3. Menjaga nama baik Nippon Club.

4. Mendukung member-member komunitas dan murid kelas dalam mencapai Achievement.

5. Memfasilitasi dan melatih member komunitas dan murid kelas dalam bidang kompetisi.

6. Aktif untuk membuat suatu event yang dapat membawa nama Nippon Club.

Setelah menyampaikan visi dan misi, sesi diakhiri dengan membahas struktur organisasi yang terdapat di Nippon Club.

Acara dilanjutkan dengan memasuki sesi penjelasan sistem kerja dari setiap divisi yang ada di Nippon Club. Divisi pertama yang akan menjelaskan sistem kerja mereka adalah Divisi Geijutsuka atau Media. Mereka menjelaskan bahwa media merupakan divisi yang bertanggung jawab atas desain visual dan branding Nippon Club. Selain itu, mereka juga membuat konten yang merupakan sebuah art, komik, dan bahkan video yang nantinya akan di post di sosial media Nippon Club.

Mereka tidak lupa menjelaskan lebih rinci mengenai pekerjaan mereka seperti Greeting Cards, Event Poster, Comics, dan Merchandise Nippon Club seperti stiker, dan lain-lain. Setelah itu, mereka juga menjelaskan mengenai 2 maskot Nippon Club yang dibuat oleh divisi media. Maskot yang pertama adalah seekor Shiba Inu yang lucu bernama Nishi, dan maskot yang kedua adalah seekor burung gagak  yang cool bernama Yata. Kedua maskot ini masing-masing memiliki sosok manusia yang memiliki penampilan yang sangat rupawan.

Divisi yang berikutnya adalah Divisi Member Support. Mereka menjelaskan bahwa Member Support adalah divisi yang berperan sebagai “jembatan” atau penghubung antara member dan staff di Nippon Club, dan mereka juga divisi yang akan dihubungi jika ada mahasiswa yang ingin bergabung ke Nippon Club. Selain itu, mereka juga menjelaskan kalau mereka memegang data-data member di Nippon Club, melakukan gathering, bertanggung jawab atas merchandise, sebagai moderator acara Nippon Club, dan membantu divisi lain jika mereka membutuhkan tenaga kerja.

Berikutnya adalah giliran Divisi Komunitas untuk menjelaskan sistem kerja mereka. Dijelaskan bahwa Komunitas adalah divisi yang bertanggung jawab dalam mengatur segala hal yang berhubungan dengan komunitas di Nippon Club. Komunitas yang saat ini ada di Nippon Club adalah Trading Card Game (TCG), Action Figure, Cosplay, dan baru-baru ini mereka membuka komunitas baru, yaitu komunitas Art. Koordinator tentu tidak bisa mengawasi semua komunitas seorang diri, jadi mereka membagi tugas untuk bertanggung jawab atas masing-masing komunitas.

Divisi berikutnya yang akan menjelaskan sistem kerja mereka adalah Divisi Shougaika atau Public Relation (PR). Mereka menjelaskan bahwa PR adalah divisi yang berperan sebagai jembatan komunikasi Nippon Club dengan organisasi lain. Kemudian, mereka menjelaskan lebih rinci bahwa mereka juga bertanggung jawab untuk mencari vendor yang sesuai dengan kebutuhan Nippon Club. Selain itu, mereka juga sebagai penanggung jawab dalam memilih partisipan Bon Odori yang diadakan oleh UKM atau organisasi Jejepangan lainnya yang memilih Nippon Club sebagai penanggung jawab. Mereka juga mengurus undangan event Jejepangan yang didapatkan oleh Nippon Club dan memilih partisipan untuk mengikuti event tersebut.

Berikutnya adalah giliran divisi Kyouikuka atau Edukasi untuk menjelaskan sistem kerja mereka. Divisi Edukasi adalah divisi yang berperan sebagai fasilisator bagi mahasiswa untuk mempelajari Budaya Jepang di Binus University. Divisi Edukasi menjadi fasilitator dengan mengadakan kelas di Nippon Club yang diajarkan oleh seorang sensei atau guru, yang dimana guru yang mengajar adalah pengurus di Nippon Club. Kelas yang ada saat ini di Nippon Club adalah kelas Bahasa Jepang, Manga, Digital Drawing, Shogi, dan Igo. Seorang sensei tentunya tidak akan selamanya bisa mengajar kelas di Nippon Club, jadi setiap periode diadakan Kelas Regenarasi yang bertujuan mempersiapkan aktivis untuk menjadi seorang sensei. Mereka juga sering mengadakan evaluasi untuk aktivis dan sensei, agar kedepannya bisa tercipta kegiatan belajar-mengajar yang lebih baik.

Sampailah kita pada divisi terakhir di Nippon Club, yaitu Divisi Shinbun Kisha atau Jurnalistik. Dijelaskan bahwa Divisi Jurnalistik itu seperti jurnalistik pada umumnya, hanya saja jurnalistik Nippon Club lebih berfokus mencari dan membagikan informasi yang bertema Jepang. Jadi, Divisi Jurnalistik adalah divisi yang bertanggung jawab atas media partner, dokumentasi event, dan artikel yang nantinya akan di post di websiteNippon Club. Mereka menjelaskan beberapa media partner yang pernah dijalani dengan suatu event, seperti Ennichisai, Pekan Sinema Jepang, Battle of the Toys, Theater Bangau Kertas, dan lain-lain. Sesi penjelasan dari Nippon Club pun berakhir dan memasuki waktu istirahat.

Waktu istirahat sudah berakhir, dan kini saatnya kita untuk berlanjut ke sesi penjelasan sistem kerja dari Soushin. Sebelum menjelaskan, mereka terlebih dahulu memperkenalkan diri sebagai perwakilan dari Soushin. Dijelaskan bahwa mereka menggunakan Soushin sebagai nama organisasi karena berasal dari 2 kata, yaitu Sou yang berarti “Bersama” dan Shin yang berarti “Kepercayaan, Kejujuran, dan Kesetiaan”. Kemudian mereka memiliki 4 motto, yaitu yang pertama adalah Kiseki(Keajaiban), Seijitsu (Ketulusan), Kokorozashi (Kehendak), dan Zenryoku(Kekuatan).

Soushin memiliki sebuah visi dan misi yang ingin mereka capai, yaitu :

Visi

Menjadikan Soushin: Tarumanagara Nihon Bu sebuah UKM di mana anggotanya dapat menyalurkan hobi serta mengembangkan bakat dan minatnya terhadap kebudayaan Jepang dan menjadi UKM yang berdasarkan kekeluargaan serta berhubungan baik dengan organisasi lain di luar Soushin: Tarumanagara Nihon Bu.

Misi

1. Mengadakan program kerja untuk mengembangkan semua anggotanya.

2. Menjalankan kegiatan-kegiatan di mana semua anggota dapat mengembangkan bakat dan minatnya.

3. Mempererat hubungan antar anggota di dalam Soushin: Tarumanagara Nihon Bu.

4. Menjalin hubungan baik dengan organisasi lain di luar Soushin: Tarumanagara Nihon Bu.

Kemudian, mereka membahas mengenai kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Soushin. Seperti Kelas, Gasshuku Camp, mengikuti berbagai event dan menjual merchandise, melakukan Cosplay Photoshoot, Soushin no Tanjoubi (acara tahunan), Simulasi JLPT, Workshop, Webinar, Bakti Sosial, dan terakhir adalah program kerja New Year Competition. Dengan demikian, berakhirlah penjelasan mengenai Soushin secara umum.

Selanjutnya kita memasuki sesi penjelasan sistem kerja dari divisi yang ada di Soushin, dan divisi pertama yang berkesempatan untuk menjelaskan sistem kerja divisi mereka adalah Divisi Bahasa Soushin. Seperti namanya, Divisi Bahasa Soushin adalah divisi yang memiliki kegiatan berhubungan dengan belajar bahasa Jepang. Mereka juga menjelaskan bahwa divisi ini adalah satu-satunya tempat untuk belajar bahasa Jepang di UNTAR. Seperti Divisi Edukasi di Nippon Club, Divisi Bahasa Soushin memberlakukan metode pembelajaran bahasa Jepang yang berupa belajar partikel bahasa Jepang, Quiz, Evaluasi Materi, dan pelatihan JLPT.

Divisi selanjutnya yang akan menjelaskan sistem kerja mereka adalah Divisi Cosplay. Kegiatan yang Divisi Cosplay Soushin lakukan itu kurang lebih sama dengan kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Cosplay yang ada di Nippon Club. Kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan seperti Photoshoot, membuat kostum, membuat props(alat pendukung), dan lain-lain yang berhubungan dengan Cosplay.

Divisi berikutnya adalah divisi terakhir yang ada di Soushin, divisi tersebut adalah Divisi Manga. Seperti Divisi Media di Nippon Club, Divisi Manga di Soushin adalah divisi yang berperan dalam memberikan pelajaran dalam membuat ilustrasi, komik, dan animasi (Anime). Selain mengajar, kegiatan lain yang mereka lakukan itu seperti webinar, menonton dan menggambar bersama, dan Art Roulette. Art Roulette adalah sebuah game, yang dalam game tersebut akan ada beberapa grup yang akan menentukan karakter yang akan dimasukkan kedalam roulette. Kemudian setiap grup akan memutar roulette tersebut dan akan menggambar karakter yang mereka dapatkan dari roulette.

Kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Divisi Manga Soushin adalah Lomba Bulanan.  Mereka juga menyiapkan materi berupa buku, video (2D dan 3D), Brush, dan revisi dari yang orang yang sudah ahli. Demikian penjelasan dari Divisi Manga Soushin, dan kita sudah mencapai penghujung acara dari benchmarking antara Nippon Club dan Soushin: Tarumanagara Nihon Bu.

Sesi akhir adalah sesi QnA antara Nippon Club dan Soushin. Banyak sekali informasi yang bisa didapatkan di sesi ini untuk kedua organisasi, seperti urusan keuangan, urusan evaluasi mengenai perekrutan anggota baru, sistem pergantian pengurus, dan informasi lainnya yang menambahkan wawasan untuk Nippon Club dan Soushin. Acara ditutup dengan salam penutup dari host dan foto bersama antara Nippon Club dan Soushin.

Kami berterima kasih kepada Nippon Club dan Soushin yang sudah meluangkan waktunya untuk melakukan kegiatan benchmarking ini. Sekian untuk liputan Benchmarking antara Nippon Club dan Soushin ini, sampai jumpa di kegiatan Nippon Club yang berikutnya ya!

Author : MiwMiw

Editor  : Floyd