Konnichiwa minna-san! Kali ini Nippon Club mengadakan pelatihan untuk para aktivis. Aktivis adalah suatu jabatan dari organisasi Nippon Club  yang memiliki tujuan untuk memahami dan mempelajari tata keorganisasian Nippon Club dengan lebih dalam. Aktivis juga menjadi orang yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasi Nippon Club agar mendapatkan pengalaman untuk bekerja nanti. Nah, ada syarat tertentu agar kita bisa menjadi aktivis sepenuhnya, salah satu syaratnya adalah dengan mengikuti pelatihan yang bernama LDK Aktivis. Apa sih LDK Aktivis itu?

Latihan Dasar Kepemimpinan Aktivis (LDK-A) merupakan salah satu kegiatan untuk memberikan pelatihan dasar kepemimpinan kepada aktivis baru. Pelatihan ini diadakan oleh Nippon Club selama 2 hari, lebih tepatnya pada tanggal 8 Mei 2021 dan 9 Mei 2021 dan diikuti oleh aktivis-aktivis dari Nippon Club Kemanggisan, Alam Sutera, dan Bandung. Penasaran bagaimana pelatihan ini berlangsung? Yuk, disimak artikel berikut ini.


Hari Pertama

Pada hari pertama, kita dijelaskan 2 materi yang disampaikan oleh pengurus Nippon Club, yaitu penjelasan Leadership dan penjelasan Nippon Club sebagai organisasi. Untuk materi Leadership, dijelaskan bahwa leader adalah sebuah figure atau seseorang yang dapat mengajak, menggerakkan, memotivasi dan mengarahkan sebuah kelompok atau organisasi ke tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, kita harus dapat memilih orang yang benar-benar tepat dan bisa bertanggung jawab untuk role tersebut. Lalu, juga dijelaskan beberapa contoh kenapa seorang leader itu dapat gagal memimpin, seperti karena overconfident atau tidak bisa mengendalikan atau beradaptasi dengan situasi baru sehingga organisasi menjadi kacau. Sebagai leader dan anggota, kita harus bisa mempersiapkan diri untuk sesuatu yang baru, bisa membuat suasana yang menyenangkan dan serius disaat yang bersamaan, dan mendengarkan saran atau kritik dari orang-orang agar bisa memperbaiki kesalahan dan membuat organisasi menjadi lebih maju.

Kemudian untuk materi Nippon Club, kita dijelaskan beberapa hal seperti Objective atau sasaran, yang dimana sasaran Nippon Club sebagai organisasi adalah menanamkan nilai-nilai organisasi  kemahasiswaan Nippon Club kepada aktivis. Selain itu, dibahas juga struktur kepengurusan, Timeline dan Roadmap Nippon Club. Terakhir, hal yang dibahas adalah mengenai value Nishi. Nishi ini sendiri merupakan salah satu maskot Nippon Club yang namanya dijadikan sebagai singkatan dari beberapa value agar lebih mudah untuk diingat. Value atau nilai tersebut adalah Noble, Integrity, Solidarity, Hardworking, dan Initiative.


Hari Kedua

Kita lanjut ke hari kedua yang dimana materi yang akan dijelaskan adalah mengenai administrasi. Sebagai organisasi, Nippon Club harus melapor beberapa hal seperti kegiatan formal kepada Student Club & Activity Center (SCAC). SCAC sendiri adalah bagian dari layanan kemahasiswaan yang bergerak dalam pengajaran dan pengembangan organisasi kemahasiswaan. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh Nippon Club sebagai organisasi adalah membuat laporan keuangan dan laporan kegiatan, melakukan regenerasi kepengurusan setiap tahun, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh Binus University dan lomba – lomba yang bertema budaya Jepang.

Selain itu, Nippon Club juga harus membuat proposal yang merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja untuk membuat atau menjalankan sebuah event atau kegiatan. Selain proposal, Nippon Club juga harus membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). LPJ adalah laporan yang tertulis dengan tujuan memberikan laporan pelaksanaan kegiatan dari sebuah event atau pelaksanaan kegiatan.

Demikian liputan mengenai LDK Aktivis Nippon Club. Semoga setelah diadakannya pelatihan ini, kalian para aktivis bisa lebih siap lagi untuk mengerjakan tugas dan kewajiban Nippon Club sebagai organisasi. Selamat kepada para aktivis yang sudah menyelesaikan pelatihan ini, terus semangat menjalani kewajiban kalian sebagai aktivis di Nippon Club!

Author : MiwMiw

Editor : Floyd