Sumber: Shutterstock

Ohayou mina-san! Bagaimana kabar kalian semua? Sudahkah mina-san ngopi hari ini? Kali ini, saya akan membahas salah satu cara menyeduh kopi manual yang berasal dari Jepang, yaitu metode V60.

Di awal abad ke-20, meminum kopi yang disaring atau filtered coffee bukanlah cara meminum kopi yang paling dinikmati, karena saringan atau filter kopi yang ada pada saat itu belum mampu menyaring ampasnya dengan baik sehingga tertinggal di dasar gelas. Ampas ini bisa membuat cita rasa kopi semakin pahit. Kemudian pada tahun 1960, sebuah perusahaan kaca dari Jepang membuat sebuah alat penyeduh kopi berbentuk corong bernama V60. Alat ini berhasil disempurnakan pada tahun 2004. Selain itu, popularitas V60 juga meningkat.

Ada penjelasan mengapa alar ini dinamai V60. Huruf "V" berasal dari bentuknya yang mirip dengan huruf tersebut, sedangkan angka "60" berasal dari besar sudut alat tersebut yang sebesar 60 derajat. Bentuk yang mengerucut juga bertujuan untuk menempelkan kertas filter. Dripper ini memiliki ulir di sisi dalam untuk mempercepat aliran air pada saat terjadi penyeduhan dan juga untuk melepaskan udara pada saat proses penyeduhan. 

Selain kaca, dripper V60 juga bisa dibuat dengan bahan baku lain seperti logam, plastik, atau keramik. Akan tetapi, setiap material memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya pada material plastik, harganya cenderung murah, tetapi mudah pecah dan tidak bagus dalam mempertahankan suhu kopi. 

Alat ini bekerja dengan cara yang mirip dengan perkolasi, yaitu mengalirkan air panas ke biji kopi yang telah digiling. Air akan mengalir melewati bubuk kopi, lalu akan terjadi ekstraksi.

Alat-alat yang dibutuhkan untuk menyeduh V60:

  1. V60 Dripper 
  2. Paper Filter / Kertas Filter 
  3. Server / Tempat penyajian kopi (opsional, bisa langsung di gelas)
  4. Timbangan dengan timer
  5. Teko dengan leher angsa (Gooseneck Kettle)
  6. Grinder (opsional, hanya diperlukan jika menyeduh menggunakan biji kopi)

Terdapat berbagai resep untuk menyeduh kopi dengan metode ini. Resep ini biasanya dituliskan dalam bentuk rasio, seperti 1:15 yang berarti setiap 1 gram kopi akan memakai 15 gram atau mililiter air.

Untuk resep kali ini, saya menggunakan rasio 1:15 sebagai berikut:

Langkah-langkah menyeduh V60:

  1. Pertama rebus air hingga mendidih.
  2. Letakkan kertas filter ke dalam dripper lalu basahi dengan air mendidih hingga semua permukaan kertasnya basah.
  3. Kemudian masukkan bubuk kopi sebanyak 15 gram dan timbangan di atur ke angka 0 gram supaya bisa melihat seberapa banyak air yang sudah dituang.
  4. Mulai timer yang ada di timbangan lalu tuang air sebanyak 50 gram/mililiter dengan pola spiral (seperti di gambar), tunggu hingga detik ke 30.
  1. Pada detik ke-30 tuang air sebanyak 100 gram atau sampai timbangan menunjukkan angka 150 gram dengan pola spiral lalu tunggu selama 45 detik.
  2. Saat 1 menit 15 detik, tuang air sebanyak 75 gram. 
  3. Tunggu hingga air berhenti menetes dari dripper, harusnya air akan berhenti menetes pada menit ke-2 sampai 2 menit 30 detik dan kopinya sudah bisa dinikmati.

Catatan:

Rasa yang dihasilkan dari kopi ini pun cenderung intens, kompleks, dan bersih. Aroma khas dari kopi yang dibuat juga menguat. Apabila ingin menambahkan es batu, maka rasio dari kopi ini juga harus diubah agar kopi tidak menjadi encer atau watery. Cara penyeduhan ini juga kurang cocok apabila dicampur dengan susu. Jadi, cara terbaik untuk menikmati kopi ini adalah dengan diminum secara  langsung. Akan tetapi ini kembali kepada selera masing-masing. Jadi tunggu apalagi mina-san? Ayo coba teknik menyeduh kopi ini!

Writer: Freyza

Editor: Lyve