Konnichiwa, mina-san! Dari tahun ke tahun, musik Jepang telah berkembang pesat, dari sisi komposisi hingga kreativitasnya. Banyak di antaranya sangatlah menarik, salah satunya berjudul MILGRAM. MILGRAM merupakan suatu proyek musik Jepang yang memiliki sisi interaktif, yang alur ceritanya dapat berubah berdasarkan penghakiman pendengarnya. Dimulai pada tanggal 27 April 2020, proyek ini masih berlangsung sampai sekarang dengan membawa musik dan animasi yang menyajikan narasi psikologis dan dampak dari keputusan pendengar.

MILGRAM dibuat oleh DECO*27 dengan studionya OTOIRO sebagai produser musik dan animasi, dikenal luas melalui karya-karya lainnya seperti lagu Monitoring dan Ghost Rule. Selain itu, didampingi juga oleh Takuya Yamanaka sebagai produser dan penulis cerita, seorang anggota band rock Jepang yang masih aktif hingga sekarang. Tema yang dibahas oleh MILGRAM sangat beragam, seperti keadilan, pengampunan, rasa bersalah, serta kondisi psikologis mendalam yang dialami setiap karakter. Ide proyek tersebut terinspirasi oleh eksperimen yang dilakukan Stanley Milgram pada tahun 1961. Dalam proyek ini, pendengar berperan menggantikan pengikut eksperimen tersebut.

Pendengar berperan sebagai Es (Sumber: www.youtube.com/@MilgramOfficial)

Dalam MILGRAM, para pendengar dibawa ke dalam suatu lingkungan penjara dan berperan sebagai seorang penjaga bernama Es, dengan bantuan Jackalope, seekor kelinci mistis. Sepuluh karakter yang muncul dalam cerita tersebut merupakan para tahanan, di mana mereka semua adalah pembunuh. Gambaran mental dan psikologis setiap karakter dibuat menjadi musik dan video, memungkinkan pendengar untuk menyelidiki kejahatan dan perasaan mereka. Tugas pendengar adalah menilai apakah masing-masing karakter bersalah, yang berarti karakter tersebut tidak dapat dimaafkan dan harus diadili, atau sebaliknya, tindakan mereka masih dapat dimaafkan. Penilaian tersebut merupakan sisi imersif MILGRAM melalui sistem pemungutan suara yang dilakukan pada situs web dan aplikasinya.

MILGRAM dibagi menjadi tiga fase penghakiman moral yang menunjukkan perkembangan cerita, disertakan sistem pemungutan suara untuk masing-masing karakter. Fase pertama memperkenalkan setiap karakter, memberikan suatu gambaran awal akan perbuatan yang mereka masih sembunyikan. Fase kedua menunjukkan sisi psikologis para karakter yang telah mendapatkan penilaian dari pendengar dan dampaknya pada perilaku mereka. Fase ketiga memiliki dampak paling besar dalam bentuk reaksi berantai dari penghakiman pendengar, menjadi suatu puncak narasi. Pada saat ini, MILGRAM berada dalam pertengahan fase ketiga, mendekati penghakiman akhir yang akan menentukan nasib mereka.

Futa Kajiyama dalam video musik fase kedua (Sumber: www.youtube.com/@MilgramOfficial)

Salah satu contoh efek jelas dari penghakiman pendengar dapat dilihat dari karakter bernama Futa Kajiyama. Futa digambarkan sebagai seseorang yang memiliki rasa keadilan kuat yang bersifat reaktif. Dalam fase pertama, dia memulai suatu kritik terhadap seseorang melalui media sosial, namun anonimitas internet mengubahnya menjadi tekanan massa yang didorong oleh validasi pengguna lain. Hal tersebut mengubah kritik menjadi bentuk perundungan siber yang dianggap sebagai tindakan yang benar, namun mayoritas pendengar merasa bahwa Futa bersalah. Lalu didapat sudut pandang baru pada fase kedua bahwa dia tidak menyangka beratnya konsekuensi dari tindakannya, perlahan mengubah sikap Futa menjadi ketakutan, rasa bersalah, hingga penyangkalan.

Saat masuk fase ketiga, banyak pendengar mengubah penilaian mereka menjadi tidak bersalah. Penilaian tersebut mendorong Futa untuk mulai mencari suatu penebusan supaya dapat berdamai dengan perbuatannya, meskipun melalui pendekatan spiritual yang berbeda. Karena perkembangan karakter juga upaya dia mencari pengampunan, banyak pendengar mengatakan bahwa dia dapat dimaafkan. Perubahan sifat ini mencerminkan bahwa keputusan pendengar dapat memengaruhi kondisi psikologis dan juga alur cerita secara keseluruhan.

Contoh video musik dari karakter lain, Yuno Kashiki (Sumber: www.youtube.com/@MilgramOfficial)

Secara keseluruhan, inovasi MILGRAM dalam memadukan musik dan interaktivitas sangat kuat dan mendalam. Setiap lagu juga beragam untuk menyesuaikan sikap dan cerita para karakter, dengan pemilihan tempo, genre, komposisi, dan dinamika yang mencerminkan sudut pandang dan sisi psikologis mereka. Selain itu, video musik berupa animasi memiliki gaya yang berbeda-beda dengan perhatian yang sangat tinggi terhadap detail. Cerita dari MILGRAM juga ditulis dengan penuh pertimbangan akan dampak keputusan pendengar serta pengaruhnya terhadap cerita karakter lainnya. Semua hal tersebut berhasil menggambarkan perkembangan dan kompleksitas setiap karakter.

MILGRAM dan seluruh karakternya (Sumber: www.youtube.com/@MilgramOfficial)

Interaksi antara musik, visual, dan sistem pemungutan suara yang melibatkan pendengar menjadikan MILGRAM sebagai salah satu proyek musik yang paling interaktif juga imersif. Para pendengar tidak hanya diajak untuk mendengarkan, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam mengevaluasi dan menilai setiap karakter. Proyek ini juga mengingatkan bahwa setiap penilaian dan perilaku akan selalu membawa konsekuensinya sendiri. Dengan demikian, MILGRAM menjadi pengalaman musik Jepang yang sangat unik untuk diikuti.

Penulis: Space

Editor: _Rikka

Sumber: 

MILGRAM Official Website

YouTube (@MilgramOfficial)